SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sumur gas di kompleks Muhamadiyah, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga saat ini belum ada informasi akan dilakukan pengembangan. Lokasinya masih terdapat pagar pembatas yang terbuat dari seng, dan terpasang papan informasi bertuliskan Tanah Milik Negara.
Di bagian bawah terdapat logo dan tulisan SKK Migas – PT Pertamina EP-Kementerian Keuangan. Selain itu lokasinya juga bersemak sehingga tidak tampak dari luar,Â
Warga Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Rahmawan (37) menyampaikan, bahwa sumur tersebut sudah lama diberi pembatas. Namun dirinya tidak tahu persis kapan waktunya.Â
Rahmawan mengaku, sempat menyaksikan bahwa gas dari sumur yang berada disisi timur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu pernah difungsikan.
“Terutama untuk rumah tangga lingkungan perumahan Migas di Nglajo, Kelurahan Cepu,” jelasnya, kepada Suarabanyuurip.com.
Terpisah, Government & PR Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Intan Anindita Putri, menyampaikan, bahwa sumur itu adalah titik sumur PM 02. Sumur Ex-Pusdiklat Migas Cepu yang pernah dikelola Pertamina EP sebagai sumur penghasil gas untuk Boiler, Kilang, Kantor dan Perumahan.
“Kondisi sumur saat ini shut in. Terdapat SP Gas di Nglajo sebagai fasilitas pendukung sumur,” ujarnya, Senin (29/7/2019) kemarin.
Menurut Intan, begitu sapaan karibnya, saat ini sumur tersebut berada di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
Sementara Humas EMCL baik Rexy Mawardijaya dan Karin saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan detail. Hanya menyarankan berkaitan hal tersebut agar dikonfirmasikan langsung kepada pihak SKK Migas.
Sekadar diketahui, pada Oktober tahun 2016 lalu Setasiun Pengumpul Gas (SP Gas) Nglajo dilakukan pembongkaran dan diletakkan di Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.(ams)