SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora -Â Lelang pengadaan tambahan lahan Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, molor sampai saat ini belum dilaksanakan. Padahal, lelang lahan dan appraisal sebelumnya ditargetkan dilaksanakan pada bulan Juli 2019. Sehingga, pembebasan lahan bisa dilaksanakan lebih cepat.
“Saat ini masih dilakukan percepatan untuk penetapan peta lokasi,†kata Pratikno Nugroho, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (dinrumkimhub) Blora, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (1/8/2019).
Pihaknya tidak memungkiri jika lelang tersebut terlambat. Sebab, peta lokasi masih berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Serta Surat Keputusan Bupati sebagai prasarat lelang appraisal.
“Sekarang masih proses di BPN,†ungkapnya.
Pihaknya menargetkan, lelang bisa dilaksanakan pada pertengahan Agustus tahun ini.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala,†ujarnya.
Saat awak media mendatangi BPN Blora, sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, menurut salah satu petugas menyampaikan bahwa pimpinan masih menemui tamu dari Pusat. 15 menit kemudian wartawan meninggalkan lokasi. Karena belum bisa menemui sejumlah wartwan yang datang.
Sekadar diketahui, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dewandaru, Karimunjawa – Jepara Jawa Tengah, mengucurkan anggaran Rp25.011.336.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019.
Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan perpanjangan runway (landasan pacu) 300 meter x 30 meter, rekonstruksi runway, taxiway termasuk marking. Dikerjakan oleh PT Clara- Sega KSO yang beralamat di Samarinda, Kalimantan Timur.
Menurut Suraji dari pelaksana proyek, sekarng ini tengah dilakukan penggalian untuk runway. Baru 3 hari ini dikerjakan .
“Saat ini pekerjaan penggalian dan selanjutnya pengaspalan dari ujung timur sampai barat,” ujarnya.
Menurutnya, setelah digali selanjutnya akan diurug dengan batu. “Rencananya batu dari Pamotan Rembang. Tapi kami masih menunggu hasil laboraturium,” ungkapnya.(ams)Â