Warga Begadon Gelar Nyadran di Sendang Gedhe

Sedekah bumi desa begadon

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko 

Bojonegoro – Sedekah bumi masih melekat dan menjadi tradisi yang dipertahankan warga desa ring satu lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Warisan leluhur tersebut seperti yang dilaksanakan warga di Sendang Gedhe, Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Jum’at (2/8/2019). Dalam kegiatan tahunan itu warga berbondong-bondong membawa tumpeng di sendang.

“Ini adalah acara adat desa yang harus kita lestarikan. Selain itu sedakah bumi adalah wujud rasa syukur warga atas panen yang melimpah, dan ketentraman desa,” kata Pj Kades Begadon, Sumantri, kepada Suarabanyuurip.com di sela-sela acara sedekah bumi.

Pria yang juga staf Kecamatan Gayam ini menjelaskan, pada kegiatan sedekah bumi sendang gedhe yang dilaksanakan setiap Jumat Wage ini, warga juga mendapat suguhan hiburan wayang tengul.

“Hiburan wayang tengul ini wajib dilaksanakan dan tidak boleh di tinggalkan,” sambung Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Begadon, Winarto.

Selain Sendang Gedhe, sedahkah bumi atau nyadranan juga dilakukan di Sendang Gempol pada hari Jum’at Legi minggu depan dengan hiburan tayuban, dan di Sendang Bangsi juga hari Jum’at legi namun hanya dilakukan tumpengan saja tanpa ada hiburannya.

Baca Juga :   Mengangkat Potensi Wisata dan Investasi

Bagi warga Desa Begadon, sedekah bumi ini merupakan budaya turun temurun yang tidak bisa ditinggalkan dan harus dijalankan seperti yang dilaksanakan oleh para leluhur.

“Ini peninggalan leluhur, jadi kami tidak berani meninggalkannya, jika dilanggar maka akan ada banyak halangan. Seperti gagal panen dan lain sebagainya,” tandas pria berjenggot ini.

Sementara perangkat desa setempat, Kastur, menambahkan, budaya dan seni wajib dilestarikan karena ini adalah identitas kita sebagai warga yang hidup ditanah jawa khusunya.

“Melalui kegiatan wayangan warisan budaya kita dapat terus kenalkan terhadap pemuda pemudi agar tetap lestari sepanjang masa,” pungkas pria yang juga sebagai penabuh gamelan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *