26 Peserta UKW Dinyatakan Kompeten

Tes UKW

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Selama dua hari sejak Selasa dan Rabu (6-7/8/2019), sebanyak 29 orang wartawan dari media masa yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa) mengikuti tes Uji Kompetensi Wartawan, sebanyak 26 orang dinyatakan kompeten.

Sebanyak 29 peserta dari media siber, cetak, dan elektronik tersebut meliputi jenjang utama lima orang, madya enam orang dan muda 18 orang. Mereka diuji lima asesor PWI Pusat yakni Djoko Tetuko, Fathurrahman, Ainurrohim, Mahmud S dan Syamsul Huda.

Pengumuman hasil UKW yang dibacakan Syamsul Huda menyebutkan, dari 29 peserta UKW, 26 dinyatakan kompeten dan tiga peserta dinyatakan belum kompeten.

“Untuk pengumuman 26 orang yang dinyatakan kompeten siapa dan dari media mana saja akan diumumkan satu bulan lagi,” ujar pria yang juga anggota PWI Jatim ini. 

Anggota Komisi Kompetensi Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Pusat) Djoko Tetuko mengatakan, wartawan yang sudah dinyatakan kompeten melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dituntut untuk selalu menjaga kehormatan profesinya.

Baca Juga :   Kuswiyanto Apresiasi Festival Rias Pengantin Bojonegoro

“Bagi yang sudah kompeten, harus menjaga etika,” tegasnya saat menutup acara UKW angkatan ke 27 di kantor SKK Migas, Surabaya, Rabu (8/8/2019).

Setiap anggota PWI yang sudah dinyatakan kompeten setelah menempuh UKW harus terpanggil untuk selalu bersikap dan bertindak profesional.

“Dengan bertindak profesional berarti anggota PWI tidak hanya menjaga marwah atau kehormatan profesi saja, tetapi sudah berkontribusi menjaga harga diri bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dukungan wartawan yang sudah kompeten di jenjang muda (reporter), madya (redaktur) dan utama (pimpinan) media massa akan mampu mencerahkan dan menyajikan informasi yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Jika sajian media massa dapat seperti yang diharapkan, lanjutnya, maka media akan semakin dipercaya publik atau konsumen. Sebaliknya jika dari sisi pemberitaan tidak sehat maka akan terjadi distrust, media akan ditinggalkan masyarakat.

Pihaknya berepsan, jika ini jangan sampai terjadi. Karena jika media massa sampai ditinggalkan atau tidak dipercaya konsumennya maka runtuhlah kehormatan bangsa ini.

“Media massa adalah cerminan bangsa,” tandasnya.

Baca Juga :   Kades Campurejo Minta Bupati Realisasikan Dana Transfer

Ketua PWI Jatim Ainurrohim menuturkan, bagi yang belum kompeten jangan berkecil hati, karena masih bisa mengikuti lagi. Oleh sebab itu, harus dipelajari lagi apa yang kurang pada saat melaksanakan tes.

“UKW menjadi program unggulan PWI dan selalu diselenggarakan di seluruh tanah air,” pungkasnya.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *