BUMD Blora Kaji Hasil Pengeboran Sumur Minyak BNG-BBE 01

BUMD Blora Kaji Hasil Pengeboran Sumur Minyak BNG-BBE 01

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Kerja Sama Operasi Pertamina EP – PT Banyubang Blora Energi (KSO PEP-BBE), telah menyelesaikan pengeboran sumur BNG-BBE 01 di Desa Prantakan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

PT BBE merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), yang mengelola lapangan minyak tua peninggalan kolonial Belanda.

Menurut Direktur Utama PT BPE, Christian Prasetya, secara teknis pengeboran titik sumur BNG-BBE 01 sudah selesai pada kedalaman akhir 814 meter (m) di bawah permukaan tanah. Titik sumur tersebut juga telah dilakukan pemasangan pompa unit. 

“Sekarang dari manajemen KSO dalam proses pengkajian atas hasil pengeboran tersebut,” ujarnya, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, belum lama ini.

Untuk diketahui, PT BBE sempat mengalami kegagalan pencarian sumber minyak (dry hole) tahun 2014 lalu. Sehingga belum jalan komitmennya. Akan tetapi, masuk komitmen ke dua ini, selama setahun belakangan ini PT BBE melakukan persiapan melakukan pengeboran. Hinga saat ini pemboran masih berlanjut.

Baca Juga :   Reparasi TBR untuk Tingkatkan Produksi

Sementara, Izin KSO Lapangan Banyubang berlangsung selama 15 tahun. Tiga tahun komitmen pasti rencana kerja PT BBE diawali tahun 2014.

Lapangan Banyubang sendiri, merupakan lapangan tua peninggalan Kolonial Belanda. Di tempat itu terdapat sekira 33 sumur peninggalan Belanda, dan lima sumur yang dibor oleh Pertamina.

“Belum pernah berproduksi,” sergah Koordinator HSSE KSO PEP – BBE, Sugiharto.

Pada pengeboran sumur baru yang  dilakukan itu, BBE menargetkan bisa menghasilkan minyak 300 BOPD.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *