SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Demo warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di depan Kantor Pemkab, Rabu (14/9/2019), tak digubris Bupati Anna Muawanah. Warga tidak diperbolehkan masuk ke Pendapa Pemkab untuk menyampaikan tuntutanya.Â
Warga ring 1 Lapangan Migas Sukowati itu menuntut agar Bupati Anna menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Pasar Desa Ngampel yang telah diproses sejak tahun 2014 silam.Â
“Kami akan menunggu jawaban Bupati Anna sampai satu minggu kedepan,” kata Koordinator Lapangan, Pudjianto, kepada suarabanyuurip.com di sela-sela aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Bojonegoro Jalan Mas Tumapel.Â
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Ngampel itu mengancam akan menutup akses pintu masuk Lapangan Migas Sukowati Pad B, jika dalam seminggu tidak ada respon dari Bupati.Â
“Kalau tidak ada jawaban, warga akan blokir pintu masuk Pad B,” tegasnya.Â
Terpisah, Camat Kapas, Agus S Hardiyanto, mengaku, akan memfasilitasi permasalahan warga dengan Dinas Pemerintah Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sampai IMB Pasar Ngampel diterbitkan.Â
“Kalau bisa, jangan sampai blokir-blokir jalan. Kita selesaikan ini dengan baik dan sesuai prosedur,” kata Mantan Camat Bubulan.Â
Assisten II Sekkab Bojonegoro, Setyo Yuliono, mengaku kecewa karena warga tidak menerima kehadirannya untuk memberikan penjelasan. Disinggung terkait tuntutan warga, mantan Camat Gayam itu mengaku belum mengetahui detail yang diinginkan warga Ngampel.
“Belum bicara, kehadiran saya sudah ditolak. Seharusnya sama saja, karena saya juga bagian dari Pemkab Bojonegoro,” ujarnya singkat.(rien)