Keterlibatan Warga Lokal di Proyek JTB Masih Minim

Maftuhan DPRD Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Mendapatkan suara tertinggi di Dapil 5 meliputi Kecamatan Ngasem, Purwosari, Gayam, Kalitidu, Padangan, Kedewan, Malo, dan Kasiman, atau sebanyak 10.099 menghantarkan Maftukhan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro periode 2019-2024.

“Ini merupakan anugerah dari Allah SWT, serta adanya dukungan dari masyarakat dapil lima dan keluarga yang mengembankan amanahnya kepada saya menjadi wakil rakyat,” ujarnya usai pelantikan Anggota DPRD Bojonegoro di gedung DPRD setempat, Rabu (21/8/2019).

Menurut Politisi asal Partai Gerindra ini, masih banyak permasalahan di wilayah sekitar industri minyak dan gas bumi (migas) atau ring 1 Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S), Pertamina EP Cepu (PEPC) salah satunya keterlibatan tenaga kerja lokal.

“Saya selama ini melihat, keterlibatan tenaga kerja lokal masih sangat minim di industri migas,” kata pria 35 tahun ini.

Dosen di sebuah universitas swasta di Bojonegoro ini mengaku, akan memperjuangkan hak-hak warga penghasil migas agar taraf hidupnya meningkat dan kesejahterannya terjamin.

Baca Juga :   2.108 Calon PPPK Bakal Mengikuti Tes di Surabaya Minggu Depan

“Selama ini belum ada wakil rakyat dari wilayah sekitar migas, sehingga sangat bersyukur bisa mewakili mereka dan menyerap aspirasi yang selama ini mungkin belum terakomodir dengan baik,” tukas ayah tiga anak.

Selain masalah tenaga kerja, Politisi asal Partai Gerindra ini, menyampaikan masih banyak sektor lainnya yang harus ditingkatkan seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat dan peningkatan infrastruktur.

“Semoga kedepan, saya bisa mengemban amanah ini dengan baik,” pungkasnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *