SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Â Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali stop distribusi air ke pelanggan. Sebab air baku dari bengawan solo diduga tercemar limbah.
Dirut PDAM Blora, Yan Ria Pramono, menyampaikan, bahwa terhitung mulai hari ini hingga beberapa hari ke depan, pihaknya menghentikan distribusi air ke pelanggan.
“Sebenarnya sulit diprediksi. Bisa satu sampai tiga hari ke depan,” ujar Yan Ria Pramono, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/9/2019).
PDAM menyebarkan pengumuman penghentian distribusi air kepada masyarakat.  Penguman itu tersebar di jejaring sosial maupun grup whatsapp. Tertulis “Kami beritahukan kepada seluruh pelanggan PDAM Cabang Cepu dan Blora, untuk segera mengisi semua bak kamar mandi dan tandon yang dimiliki sampai penuh. Karena kemungkinan beberapa hari ke depan, air baku dari bengawan solo tercemar limbah lagi. Saat ini limbah sudah sampai Kracaan, Ngloram. Terima kasih”.
Dirut PDAM, membenarkan pengumuman tersebut. “Benar, Mas,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, melakukan pemeriksaan air bengawan solo di wilayah Kecamatan Cepu. Sebab kondisi air baku untuk kebutuhan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sering dikeluhkan. Bahkan, memaksa PDAM yang menyuplai kebutuhan air masyarakat Cepu sementara harus berhenti operasi.
Kasi Penegakan Hukum DLH Provinsi Jawa Tengah, Aris Warsito, menyampaikan, bersama dengan bagian Laboratorium DLH Provinsi Jawa tengah, pihaknya mengambil contoh air bengawan solo untuk diuji.
Menurutnya, kepekatan air bengawan solo sering dikeluhkan oleh PDAM Blora dan DLH Blora.
“Hari ini kami datang untuk mengambil sampelnya,†kata dia, Selasa (20/8/2019) lalu.
Sementara, hasil pemeriknsaan DLH Privinsi Jawa Tengah, sampai saat ini belum ada kejelasan.(ams)