SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Selama tiga hari berturut-turut, mulai (28-30/8/2019) kemarin, sumur minyak tua Ledok Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikunjungi Pramuka Penggalang peserta Jambore Daerah ke XV tingkat Jawa Tengah. Mereka berasal dari 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah. Di lokasi itu, mereka berkesempatan belajar pengelolaan sumur tua.Â
Sebagaimana diketahui, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), sebagai pengelola sumur minyak tua di lapangan yang berada di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Bekerja sama dengan Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba (PPMST) Ledok.
Kabid Operasional PT BPE, Ismoyo Jati, meyampaikan, sebelum menuju lokasi sumur minyak tua dilakukan safety briefing oleh PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
“Setiap hari ada lima kendaraan bus yang mengangkut rombongan kurang lebih berjumlah 250 orang,” ujar Ismoyo Jati.
Peserta pramuka penggalang itu, berkunjung ke sumur minyak tua nomor LDK 142, dan enerima penjelasan dari penabang. Sumur tersebut, mempunyai kedalaman ± 612 meter dengan hasil produksi rata-rata perbulan mencapai 19.500 liter dan produksi perhari rata-rata 650 liter.
“Mereka sangat antusias sekali dalam bertanya tentang hal sejarah ditemukannya sumur minyak tua, proses produksi, proses pengangkutan dan perawatan sumur minyak tua,” ungkapnya.
Sementara anggota panitia pelaksana Jambore Darah ke XV, Agung Triyono, menyampaikan, bahwa kunjungan ke sumur tua bertujuan mengenalkan Blora lebih dalam.
“Karena Blora adalah kota minyak tertua di Indonesia. Dengan harapan, bisa memperkenalkan wisata edukasi perminyakan di Blora,” ungkap Agung.(ams)