SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur desa dilakukan secara bertahap.
Pembangunan jalan poros desa yang selama ini belum diperbaiki seratus persen misalnya. Sepanjang jalan masuk desa, konstruksi tanah terlihat rusak. Kondisi paving yang tidak lagi rata dan banyak yang berserakan.
“Dari dulu masih seperti ini kondisinya, karena konstruksi tanah yang gerak,” kata Kepala Desa Leran, Muttabi’in, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (3/9/2019).
Menurutnya, anggaran yang dimiliki Pemdes ring 1 Lapangan Kedungkeris, Blok Cepu ini, tidak mampu untuk melakukan perbaikan secara keseluruhan jalan yang panjangnya mencapai 6 kilometer lebih.
“Kita bisa perbaiki itu secara bertahap, itupun menggunakan bahan paving,” tukasnya.
Untuk perbaikan jalan desa menggunakan aspal atau cor beton, pria berperawakan kurus ini mengaku membutuhkan anggaran yang besar. Sementara Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diterima selama ini nilainya kecil.
“Baru tahun ini ada kenaikan DD dan ADD,” imbuhnya.
Di singgung besaran DD dan ADD, pihaknya mengaku tidak hafal. Hanya saja, tahun ini total APBDes yang diterima Desa Leran kurang lebih Rp2,2 miliar. Besaran tersebut, digunakan sesuai peruntukannya seperti peningkatan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi masyarakat dan masih banyak lagi.
Mutabi’in mengaku, pihaknya mendapat dukungan dari perusahaan minyak dan gas bumi karena selain dekat dengan sumber minyak juga dijadikan jalur pipa penyaluran minyak dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, melalui program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR). (rien)