SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, lifting minyak dan gas bumi (Migas) pada triwulan ke II ini baru 62,5 persen yang masuk.
“Dari target yang kita pasang Rp1,8 triliun, baru Rp1,1 Triliun yang masuk,” kata Kepala Badan Pendapatan Bojonegoro, Herry Sudjarwo, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (15/9/2019).
Jika melihat target Dana Bagi Hasil (DBH) Migas di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk, maka kurang ada Rp800 miliar. Namun, sesuai APBD Perubahan, dari target Rp1,8 triliun, diestimasikan naik hingga Rp2,2 triliun. Sehingga, masih kurang Rp1,2 triliun.
“Itupun, bisa terealisasi jika memenuhi beberapa hal seperti harga minyak dunia masih stabil diangka USD70 per barel,” tukasnya.
Pihaknya menyatakan, selain ada tambahan di APBD Perubahan sebesar Rp400 miliar, juga masih memprediksi adanya tambahan dari kurang salur DBH Migas tahun 2017 oleh Kementerian Keuangan.
“Perkiraan saya, kurang salur yang harus dibayarkan Pemerintah ke Bojonegoro adalah sebesar Rp500 miliar. Tapi dibayarkannnya kapan, saya belum tahu, itu masih dihitung,” pungkasnya.(rien)