Oktober, Mobilisasi Proyek JTB Melalui Fly Over

Fly Over Banyuurip

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia 

Bojonegoro – Kontraktor pelaksana proyek rekayasa pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement and ConstructionGas Processing Facility/EPC-GPF) Jambaran Tiung Biru (JTB) menyiratkan pesan tidak akan membangun pelebaran jalan Kecamatan Gayam. Sebab, bulan Oktober nanti mobilisasi proyek JTB akan melalui fly over (jalan layang) di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. 

“Karena awal oktober nanti transportasi proyek akan melalui fly over milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL),” kata Site and Manager PT Rekind, Zaenal Arifin saat disinggung pelebaran jalan sepanjang jalur proyek JTB. Kamis (19/9/2019).

Mengenai insiden crane yang menimpa warga Desa Gayam kemarin, dia menyatakan akan bertanggung jawab. Pihaknya secara otomatis akan memberi santunan dan menanggung semua biaya pengobatan.

“Hari ini saya mengunjungi korban sekaligus memberi santunan,” tegasnya.

Sementara itu, terkait rencana dilaluinya Fly Over untuk aktivitas proyek JTB, pihak EMCL menyatakan sudah ada koordinasi dan pembahasan bersama Pertamina EP Cepu (PEPC). 

“Koordinasi telah dilakukan terkait penggunaan akses jalan yang dimaksud,” kata Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya.

Baca Juga :   Potensi Migas ADK Diprediksi Besar

Sebelumnya anggota DPRD Bojonegoro dari Dapil V, M Suparno, mengungkapkan selain harus menanggung semua pengobatan korban kecelakaan Siti Musriah (41) dan anaknya, Sofia salsabila (5), yang terlibat kecelakaan lalu lintas dengan kendaraan alat berat Crane milik sub kon kontraktor PT Rekind, juga ikut memperlebar jalan di Kecamatan Gayam.

“Kalau alat berat lewat itu pasti makan jalan, pengendara yang lain harus mengalah karena jalannya sempit,” tegasnya.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *