SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Asosiasi Tenaga Kerja Oil and Gas (Astek on GGO) Bojonegoro, Jawa Timur, siap memfasilitasi kebutuhan tenaga kerja di industri migas. Melalui asosiasi ini pelaku industri migas akan lebih memudahkan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutusan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral Astek on GGO, Muhammad Kamaludin, saat media gathering dengan media dan pelaku migas di Hotel Layung, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Minggu (22/9/2019).
Kamaludin menjelaskan, banyak tenaga kerja Bojonegoro yang sudah memiliki sertifikasi di bidang industri migas. Pengalaman itu diperolah dari proyek migas Banyu Urip, Blok Cepu, dan proyek-proyek di luar daerah.
Kamaludin berharap melalui wadah ini dapat menjadi jembatan perusahaan migas dalam membutuhkan tenaga kerja sesuai kebutuhan. Sehingga bisa turut menyukseskan proyek migas di Bojonegoro baik di Lapangan Banyu Urip, Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Lapangan Migas Sukowati dan lapangan migas lainnya.
Selain itu juga meminimalisir praktik percaloan tenaga kerja di industri migas. Juga memberikan jaminan hak-hak kepada para pekerja yang terlibat di proyek migas.
“Anggota kami sudah ada 500 an orang, 100Â orang bekerja di PT Daya Patra, sementara di PT Rekind sekitar 50an orang,” pungkasnya.(rien)