Potensi Migas Tak Sesuai Pengaruhi Aktivitas Lanjutan Sumur BNG-BBE 01

GM PEP Agus Amperianto

SuaraBanyuurip.com Samian Sasongko

Blora – Fakumnya Sumur BNG-BBE 01 di Desa Prantakan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang hingga saat ini belum ada kegiatan lanjutan pasca penyelesaian pemboran beberapa waktu lalu karena dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Selain sedang dilakukan evaluasi sumur hasil operasi pemboran Kerja Sama Operasi Pertamina EP – PT Banyubang Blora Energi (KSO PEP-BBE), anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) tersebut juga potensi kandungan minyak dan gas (Migas) belum sesui yang diharapkan.

“Memang belum ada aktivitas lanjutan untuk sumur BNG-BBE 01, karena sedang dilakukan evaluasi,” kata General Manager (GM) Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, kepada Suarabanyuurip.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (10/10/2019).

Ketika disinggung penyebab belum adanya aktivitas lanjutan. Pria ramah ini menjelaskan, selain sedang dievaluasi juga karena potensi minyak dan gas yang diperoleh tidak diperoleh sebagaimana yang diharapkan. Sehingga perlu waktu untuk mengevaluasi sisi potensi sub surfacenya.

“Untuk waktu kapan kembali dilakukan aktivitas lanjutan. Ya belum bisa ditentukan, karena evaluasi sub surface perlu waktu beberapa saat untuk memutuskan memulai lagi kegiatannya, Mas,” pungkas Agus Amperianto.(sam)

Baca Juga :   Dukung Pencapaian Target Produksi, Lemigas Aktif dalam Penemuan Cadangan Migas

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *