Pemkab Bojonegoro Susun Ulang Perencanaan Pembangunan

I Nyoman

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, penerimaan Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) tahun 2020 mendatang sebesar Rp956 miliar dari estimasi Rp1,8 triliun. Sehingga berakibat mempengaruhi seluruh perencanaan pembangunan yang ada. 

“Karena pendapatan DBH Migas meleset dari estimasi, tentu akan merubah semua perencanaan pembangunan,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, I Nyoman Sudana, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, tahun 2020 mendatang akan dilakukan efisiensi anggaran. Diantaranya penerimaan Alokasi Dana Desa (ADD), pembangunan jalan, jembatan, dan peningkatan fasilitas di bidang pendidikan.

“Sesuai perhitungan yang kami buat untuk APBD tahun 2020 berkisar diangka Rp6 Trilliun,” tukasnya.

Besaran Rp6 triliun tersebut diantaranya dari DBH Migas sebear Rp1,8 triliun ditambah sisa lebih anggaran (Silpa) ditahun 2019 dan pendapatan lain-lain.

“Sekarang kami sedang menyusun ulang KUA PPAS untuk APBD tahun 2020,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pengangkutan Minyak TBR Libur Dua Hari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *