SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, adanya potensi bencana di wilayah industri minyak dan gas bumi (migas) seperti di Lapangan Banyu Urip, Lapangan Sukowati, dan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).
Oleh sebab itu, KKKS harus mengantisipasi adaya potensi-potensi bencana yang bisa saja terjadi dan berdampak pada sekitar. Â
“Di wilayah industri migas itu, memang ada potensi bencana termasuk kegagalan produksi,” kata Sekretaris BPBD, Nadif Ulfia, minggu (20/10/2019).Â
Ada beberapa potensi bencana yang tentu saja akan berdampak pada masyarakat sekitar pengeboran. Namun, dari pengamatan selama ini, bencana kegagalan produksi belum pernah terjadi.Â
“Kalau bencana kegagalan produksi belum pernah terjadi. Jangan sampai ya, tapi butuh pemetaan potensi lainnya,” tukasnya.Â
Wanita berhijab ini mengungkapkan, potensi bencana di wilayah industri migas selain bencana kegagalan industri diantaranya kebocoran gas, kebakaran, dan banjir.Â
“Dan untuk antisipasi semua itu, bukan saja dari pemkab yang melakukan tapi juga dari KKKS itu sendiri,” tukasnya.
Dikonfirmasi terpisah, juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, mengungkapkan, sebagaimana lokasi operasi ExxonMobil diseluruh dunia, ExxonMobil memiliki program siaga kedaruratan.Â
“Perusahaan dan karyawan menyiapkan diri melalui berbagai pelatihan dan simulasi tanggap kedaruratan,” tegasnya.Â
Sementara public and relations Pertamina EP Asset, Angga Aria, mengungkapkan, saat ini tengah menyiapkan pelatihan tangga bencana dengan melibatkan beberapa staleholder dan masyarakat sekitar ring 1.Â
“Pelatihan ini sebagai mitigasi bencana di sekitar Lapangan Sukowati,” pungkasnya. (rien).Â