Geliat Bisnis Properti di Sekitar Lapangan Sukowati

Properti

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Bisnis perumahan (properti) di sekitar kawasan industri minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Sukowati mulai menggeliat. Akibat semakin tumbuh pesatnya bisnis properti tersebut, membuat lahan atau tanah di beberapa tempat strategis menjadi incaran dari para pengembang untuk dijadikan kawasan perumahan.

Adapun beberapa kawasan yang sudah mulai tumbuh perumahan, diantara yang berdekatan dengan pintu masuk Pad A dan B, Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

Bahkan, area sawah baik didepan maupun samping pemboran yang dikelola Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field sudah berdiri  kawasan perumahan dengan harga yang cukup variasi.

Salah satu pengembang Perumahan yang terletak di Desa Ngampel, Karyono (40) menyatakan, ada beberapa kawasan strategis yang menjadi incaran para pengembang.

“Utamanya di sekitar lokasi pemboran,” katanya, Minggu (27/10/2019).

Ke depan pengembangan perumahan di kawasan industri migas diprediksi menjanjikan sehingga untuk bisnis property dinilai cukup prospek. Meski didekat lokasi pemboran, namun tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan.

Baca Juga :   Dorong Ekonomi Hijau, Bupati Bojonegoro Serahkan 200 Becak Listrik dari Presiden Prabowo

“Perumahan disini akan sangat strategis, setelah pasar desa dibangun,” tandasnya.

Praktis, kondisi itu semakin membuat bisnis property tumbuh dan berkembang, karena banyak karyawan khususnya yang berasal dari luar kota butuh rumah atau tempat kos. Karena, sekitar 500 meter lokasi pemboran juga terdapat swalayan, hotel, rumah sakit dan pertokoan. 

Menurutnya, dengan adanya kebutuhan rumah dan kos tersebut, menjadi daya tarik sendiri bagi pengembang untuk berburu lahan di sekitar Lapangan Sukowati.

“Perumahan didepan pintu masuk Pad B saja langsung dibeli semua. Ini pertanda bisnis property mulai menggeliat,” terangnya.

Dia menambahkan, adanya geliat dan pertumbuhan bisnis properti tersebut, secara otomatis juga berimbas pada harga jual tanah. Di mana, untuk kawasan sekitar Lapangan Sukowati yang lahan peruntukkanya buat perumahan, harga beli tanah bisa berlipat-lipat.

“Kalau di kawasan kota, apalagi tempat strategis sudah sulit cari tanah seharga Rp1 juta per meter per segi. Rata-rata sudah naik sampai dua kali lipat,” pungkasnya. (Rien). 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   16.952 Pendaftar Berharap Bantuan UMKM Periode II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *