Warga Ring 1 Lapangan Sukowati Alami Krisis Air Bersih

Kekeringan

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakui jika sebagian wilayahnya mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.

Plt Sekretaris Desa Sambiroto, Wajuri, mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 200 Kepala Keluarga (KK), mengandalkan droping dari Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. 

“Setiap hari, warga dari Rt 1 sampai 8 memanfaatkan air bantuan,” ujarnya, Minggu (27/10/2019) kemarin.

Menurutnya, warga di sekitar Lapangan Migas Sukowati selalu mengalami krisis air bersih dan kekeringan setiap tahun. Selain mengandalkan bantuan, warga sebagian juga mengambil air sumur yang masih mengeluarkan mata air. 

“Sebenernya, bantuan dari Pertamina EP masih kurang. Setiap hari sebanyak 5000 liter ludes dibuat kebutuhan sehari-hari, kami mau mengajukan lagi jika diperbolehkan,” harapnya. 

Warga juga mengandalkan tandon yang dibangun oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Tahun depan, diharapkan pemasangan jaringan pipa air bisa diselesaikan. Sehingga, warga tidak mengalami krisis lagi.

“Jaringan pipanya akan dibangunkan EMCL juga, kan selain ring 1 Sukowati, desa kami dilewati pipanya Lapangan Banyu Urip. Jadi masih dapat program corporate social responsibility (csr),” tandasnya. 

Baca Juga :   Jelang Mudik Lebaran, Daop 8 Lakukan Perawatan Jalur KA

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menerapkan tanggap darurat terhadap bencana kekeringan yang terjadi. Penetapan tanggap darurat diberlakukan sejak September 2019 hingga 30 November 2019 mendatang.

Saat ini sudah ada 71 desa di 20 kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan air bersih. Distribusi air bersih dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai tanggal 23 Juli 2019 sampai dengan tanggal 21 Oktober 2019.

“Sudah sebanyak 1.010 rit air bersih yang didistribusikan untuk daerah terdampak kekeringan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni, beberapa waktu lalu. 

Rinciannya, distribusi air bersih yang bersumber dari APBD Bojonegoro telah selesai disalurkan pada tanggal 13 September 2019 sejumlah 500 rit, kemudian dilanjutkan dari APBD Provinsi Jawa Timur sampai dengan hari Senin tanggal 21 Oktober sejumlah 510 rit. Sehingga total distribusi air bersih 1.010 rit. 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *