SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Jaringan gas (Jargas) rumah tangga program dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tinggal menunggu realisasi tahun 2020 mendatang. Survei telah selesai dilaksanakan oleh rekanan Kementerian ESDM.
“Jargas tinggal menunggu tahun depan,” ujar Staf Bagian Perekonomian Setda Blora, Tulus Prasetyo, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (2/11/2019).
Sementara tiga desa di wilayah Kecamatan Kradenan yang menjadi sasaran program, yaitu Desa Mendenrejo sebanyak 2.659 Sambungan Rumah (SR), Desa Medalem sebanyak 818 SR, dan Desa Nglungger sebanyak 541 SR. Jadi total sebanyak 4.018 SR.
Semula, Jargas tersebut rencananya dialokasikan untuk wilayah Kecamatan Cepu. Dengan jatah sebanyak 4.000 SR. Yang dibagi menjadi dua kelurahan. Yakni Kelurahan Balun sebanyak 2.000 SR dan di Kelurahan Cepu sebanyak 2.000 SR. Bahkan, sebagian besar sudah dilakukan survei oleh pihak rekanan Kementerian ESDM.
Karena lokasinya terlalu jauh dari sumber gas yang berada di lapangan Blok Gundih, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan. Sehingga harus dipindah ke wilayah Kecamatan Kradenan yang lebih dekat dengan sumber gas.
Sekadar diketahui, gas alam yang rencana dialirkan ke rumah tangga, berasal dari fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Dengan jatah gas sebesar 0,5 mmscfd, mampu memenuhi gas sebanyak 4.000 SR.
Sementara, sekarang ini jargas dari program yang sama yang dibangun tahun 2013 lalu, juga masih belum optimal. Dari 4000 SR, sekira lebih dari 600 SR baru beroperasi. Itu pun baru di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.
Sedangkan jargas tersebut menyebar di Kecamatan Kedungtuban dan Kecamatan Cepu.(ams)