SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejumlah pohon tumbang di seputaran Kota Bojonegoro, Jawa Timur, akibat diterjang angin kencang yang terjadi, Sabtu (9/11/2019) sore kemarin, telah menyebabkan 6 titik penyulang – jaringan yang berfungsi menyalurkan listrik dengan tegangan 20.000 volt dari gardu induk menuju gardu distribusi-padam.
“Sebenarnya, kalau angin kencang masih bisa kami antisipasi. Karena kerusakan disebabkan pohon tumbang jadi itu di luar kewenangan PLN,” kata Humas PLN Bojonegoro, Hekso, Minggu (10/11/2019).Â
Diungkapkan, 6 titik penyulang yang rusak diantaranya Penyulang Selogabus, tertimpa pohon roboh di Kelurahan Jetak; Penyulang Pemuda tertimpa galvalum papan reklame Mall KDS di Jl Veteran; Penyulang Thamrin, tertimpa pohon di Jl Basuki Rachmad; Penyulang Balen, tertimpa tower Radio dan Kampus IAIN Bojonegoro;Â
dan Penyulang Ngraho.Â
“Sekarang masih proses perbaikan, jadi ada sebagiam lampu yang menyala ada sebagian yang belum,” ucapnya.Â
Dijelaskan, perbaikan listrik membutuhkan proses. Karena dimulai dari yang tegangan tinggi, sedang, baru yang rendah.Â
“Ada beberapa unit armada PLN dibantu BPBD Bojonegoro melakukan perbaikan,” tuturnya.
Hekso mengaku belum bisa memastikan jumlah kerugian yang dialami PLN akibat bencana alam tersebut.
“Masih kami hitung, yang jelas mencapai miliaran rupiah,” tandasnya.Â
Banyaknya pohon roboh di jalan protokol Bojonegoro ini mendapat sorotan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angling Dharma. Sebab rata-rata pohon yang tumbang disapu angin kencang itu berusia lebih dari 35 atau 45 tahun. Sehingga seharusnya berakar kuat. Â
“Kalaupun ada bencana seperti hujan dan angin, yang jatuh pasti rantingnya. Ini biasanya sudah diantisipasi Dinas terkait,” kata Ketua LSM Anglibg Dharma, M Nasir.
Dia berpendapat, banyaknya pohon tumbang di seputaran kota diduga karena kekuatan akar berkurang akibat sudah dikeruk alat berat yang sedang mengerjakan proyek gorong-gorong. Akibatnya, akar pohon tidak kuat menahan angin.
“Perlu diingat pohon-pohon itu tidak punya akar tunjangnya. Saya menghimbau proyek gorong-gorong dan trotoar untuk dikaji ulang demi keselamatan rakyat,” tegasnya.Â
Ia menambahkan, pelaksanakan pembangunan di Bojobegoro tidak ada yang jelek. Tapi jika mengorban pohon pengijauan patut disayangkan.
“Apa lagi setelah peristiwa ini warga merasa was-was dan terancam jiwanya,” pungkasnya.Â
Sementara itu data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, ada 10 pohon tumbang terjadi di beberapa Jalan protokol. Antara lain di Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro, Jalan veteran, Jalan Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro.
Dari beberapa titik pohon tumbang hingga Sabtu (9/11/2019) pukul 18.46 WIB kemarin, sudah ditangani BPBD. Yakni di titik Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Diponegoro dan Jalan veteran.Â
“Itu jumlah sementara,” sambung Kepala BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni melalui siaran persnya, Minggu (10/11/2019).(rien)