SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bojonegoro, Jawa Timur, telah menghentikan pengerjaan pipa air sepanjang 10 Kilo meter (Km) dari tandon di Desa Punggur, Kecamatan Purwosari, untuk kebutuhan proyek Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB). Penghentian tersebut atas instruksi Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah.
“Iya sekarang dihentikan dulu, karena perintah dari Bupati Anna, dan kita menunggu arahan selanjutnya,” kata Plt Dirut PDAM Bojonegoro, Joko Siswanto, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (26/11/2019).
Pengerjaan pipa yang rencananya akan mengalirkan air dari sungai Bengawan Solo guna pemenuhan air bersih di lokasi proyek JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, sudah berjalan 80 persen.
“Maaf, saya sedang opname. Jadi, tidak bisa menjelaskan lebih banyak lagi,” tutupnya.
Sementara Site and Manager PT Rekayasa Industri (Rekind), Zainal Arifin, saat dikonfirmasi mengaku telah mendengar penghentian pipanisasi air oleh PDAM.
“Pipa air ini, PT Rekind yang memasangnya sendiri dan setelah itu PDAM bisa langsung menyalurkan airnya sesuai kontrak yang kami buat antara PDAM dengan Rekind,” ujarnya.
Pemasangan pipa sesuai kebutuhan PT Rekind dalam penyelesaian proyek JTB untuk konstruksi dan precommisioning membutuhkan air total kurang lebih 200 ribu M3.
Meski demikian, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan surat resmi dari PDAM.
“Kami menunggu kapan PDAM bisa mengalirkan air ke JTB mengingat instalasi pipa sudah tertanam sejauh 10 Km dari Punggur ke GPF JTB,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Anna Mu’awanah masih berusaha dikonfirmasi terkait hal ini. Pesan pendek yang dikirimkan suarabanyuurip.com belum ada jawaban.(rien)