KPA Bojonegoro : Per Oktober 2019 Jumlah Penderita AIDS Sebanyak 138 orang

Ketua KPA Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia 

Bojonegoro – Memperingati Hari HIV/AIDS se-Dunia yang jatuh pada 1 Desember Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan kampanye penyebaran HIV/AIDS dengan melakukan diskusi publik dan melibatkan banyak pihak.

Saat ini, KPA Bojonegoro mencatat, jumlah penderita HIV per Oktober 2019 adalah sebanyak 138 orang.

“Jumlah itu masih bisa terus meningkat hingga akhir tahun 2019,” kata Ketua KPA Bojonegoro,  Johny Nuryanto, Minggu (1/12/2019).

Dia mengatakan, berdasarkan kelompok umur bulan Januari sampai dengan Oktober 2019 lebih dari usia 50 tahun sebanyak 23 orang terdiri dari laki-laki sebanyak 18 orang dan perempuan 5 orang, Usia 25 sampai 49 tahun sebanyak 98 orang, terdiri dari laki-laki 49 orang dan perempuan 49 orang. Usia 20 sampai 24 tahun sebanyak 14 orang terdiri dari laki-laki 6 orang dan perempuan 8 orang, usia 15 sampai 19 tahun sebanyak 3 orang terdiri dari laki-laki 2 orang.

“Jumlah terbanyak penderita HIV ada di Kecamatan Kepohbaru,” lanjutnya.

Menurutnya, keberadaan industri minyak dan gas bumi terlebih banyaknya pekerja proyek yang berasal dari luar kota diindikasikan hanya sebagian kecil saja menjadi penyebab penyebaran HIV.

Baca Juga :   Puskesmas Ogah Layani, Balita di Purwosari Meninggal Dunia

“Ini karena penyebaran HIV itu yang paling banyak adalah hetero seksual
(gonta-ganti pasangan),” tukasnya.

Johny mengaku, jika keberadaan proyek migas menjadi suatu kemungkinan kalo orang-orang pendatang atau pekerja disitu ada yang positif dan kalo orang tersebut suka “jajan” di Bojonegoro tentu akan menularkan virus HIV kepada pasangannya.

“Itu mungkin-mungkin saja karena kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es yg nampak atau yang terdeksi hanya kecil saja, tapi yang tidak nampak akan lebih besar,” lanjutnya.

Diungkapkan, HIV itu virus yang menyebabkan AIDS dan prosesnya cukup panjang antara 3 sd 10 tahun. Semakin banyak diketahui orang pengidap HIV itu semakin baik karena bisa memberikan pertolongan untuk
memberikan pengobatan.

“Sehingga, dia tidak sampai terjangkit AIDS,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *