SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Tuban– Prinsip verifikasi dan cover both sides sebelum menaikkan berita ke situs menjadi kunci utama menjaga ekistensi sebuah media massa.Â
Demikian disampaikan Pendiri Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana, saat menjadi narasumber Cangkruk Mathuk yang diadakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) pada Jumat, 5 Desember 2019 di Grand Javanilla, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Upi menegaskan, prinsip-prinsip jurnalistik harus tetap dikedepankan daripada mengejar rating dan klik. Walaupun sebenarnya bertentangan dengan algoritma media online.
“Tapi kami tidak menuhankan Alexa,†kata upi menjawab pertanyaan peserta mengenai bagaimana menjaga eksistensi Kabar Makassar.
Menurutnya, media online sekarang terlalu mementingkan traffic dan klik hingga melupakan prinsip-prinsip jurnalistik.
Selain pendiri Kabar Grup Indonesia, Upi juga pemimpin redaksi Kabar Makassar. Kabar Grup Indonesia atau KGINetwork merupakan jaringan media lokal yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia, antara lain Kabar Makassar, Kabar Mataram, Kabar Jakarta, Kabar Toraja, dan Kabar Sorong.Â
Pengalaman Upi mulai dari merintis hingga memasarkan media lokal melalui kanal digital hingga menjadi jaringan media lokal raksasa di Indonesia diharapkan menginspirasi media-media lokal di Tuban.
Cangkruk Mathuk sendiri merupakan kegiatan yang diadakan oleh ExxonMobil bekerja sama dengan Tempo Institute. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari dua puluh peserta dari beberapa media lokal di Tuban. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk berbagi pengalaman sesama praktisi media.Â
“Cangkruk berarti nongkrong atau kongkow. Sementara mathuk artinya tepat bermanfaat. Harapannya, kita bisa nongkrong sambil menambah wawasan baru yang bermanfaat,†kata Rexy Mawardijaya, Juru Bicara dan Humas ExxonMobil di awal kegiatan.(ams)