SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, menyebutkan, informasi yang diterima saat ini jika pembangunan proyek jaringan pipa Gresik-Semarang atau Gresem telah selesai.
“Itu nanti menjadi salah satu sarana mengalirkan jaringan gas untuk rumah tangga di Bojonegoro,” kata Kasubag ESDM dan Lingkungan Hidup Bagian SDA, Dadang Aris, Rabu (11/12/2019).
Saat ini, PT Pertamina Gas (Pertagas) masih masih menunggu pasokan gas dari Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB)Â yang dikelola oleh Pertamina EP Cepu (PEPC), dan berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
“Kabarnya, Pertagas akan mencari sumber pasokan gas lain dari Jawa Timur sembari menunggu JTB,” imbuhnya.
Sementara data yang didapat Suarabanyuurip.com menyebutkan, Pertamina menargetkan kapasitas produksi gas JTB mencapai 192 juta kaki kubik per hari (MMscfd) dari total cadangan gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bojonegoro, Gunardi, belum menghitung besaran investasi pembangunan pipa Gresem di Bojonegoro.
“Karena hitungannya global, kami belum mendapat datanya dari Pertagas yang khusus Bojonegoro,” imbuhnya.
Keberadaan gas di JTB, kata Gunardi, hanya akan dimanfaatkan untuk jaringan gas rumah tangga. Tidak ada tanda-tanda investasi lain seperti pendirian pabrik pupuk ataupun pembangunan pembangkit tenaga listrik seperti yang pernah diwacanakan beberapa tahun lalu.
“Memang dulu ada wacana pembangunan pabrik pupuk dan lainnya, tapi sampai sekarang belum ada investor yang tertarik memanfaatkan gas dari JTB,” pungkasnya.
Terpisah, Public Relation & CSR Manager PT Pertamina Gas, Zainal Abidin, masih belum memberikan konfirmasinya terkait hal ini. Pesan pendek yang dilayangkan belum ada balasan.(rien)