Camat Gayam : Pedagang Mikro Harus dapat Jargas

Camat Gayam Agus Hariana

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengapresiasi program 10.000 Saluran Rumah Tangga (SR) Jaringan Gas (Jargas) kepada masyarakat sekitar Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB). 

Dari jumlah 10.000 SR itu, sebanyak 6.000 SR akan dibangun di wilayah perkotaan, dan sisanya 4000 SR di Kecamatan Gayam dan Ngasem. Pembangunan jargas itu akan dimulai pada 2020. 

“Kami berterimakasih kepada Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, yang sudah mengajukan tambahan jargas untuk warga di Kecamatan Gayam,” kata Camat Gayam, Agus Hariana, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (26/12/2019). 

Menurut Agus, rencana pembangunan Jargas disambut antusias warga Gayam, karena dinilai lebih ekonomis baik pemanfaatan maupun harganya dibandingkan menggunakan tabung gas LPG 3 Kg. 

“Kami justru berharap, para pedagang mikro bisa mendapatkan manfaat jargas ini. Jadi, pedagang yang selama ini pakai tabung gas bisa lebih irit,” ujarnya.

Untuk tahap awal, lanjut dia, empat desa yang rencananya akan mendapatkan Jargas. Yakni Desa Gayam, Mojodelik, Beged, dan Bonorejo. Tapi, pihaknya bersama Pertagas akan mendata potensi desa lainnya termasuk di sekitar pipa gas Gresik-Semarang (Gresem).

Baca Juga :   Pertamina EP Bahas Dokumen UKL dan UPL Tapen 3

“Jadi, kalau misalnya Kementerian ESDM mau menambah jargas lagi kami tinggal menyodorkan data saja,” lanjutnya. 

Agus berharap, dengan adanya jargas nantinya bisa meringankan beban warga miskin termasuk para pedagang mikro. 

“Sehingga, memberikan manfaat yang besar  dalam kelangsungan hidup sehari-hari,” tandas mantan Kepala Dinas Perdagangan ini.  

Dikonfrontir terpisah, Kasubag ESDM dan Lingkungan Hidup Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Bojonegoro, Dadang Aris, mengungkapkan, akan melakukan sosialisasi secara bertahap di Kecamatan Gayam dan Ngasem. 

“Minggu depan, rencananya kami akan ke Kecamatan Ngasem,” imbuhnya. 

Ditambahkan, Muspika Gayam dan Pertagas berupaya melibatkan tenaga kerja lokal untuk pembangunan jargas nanti. Meskipun jumlahnya tidak banyak, namun diupayakan peluang untuk bekerja bisa diambil warga sekitar. 

“Ya tentunya, kebutuhan dan keterampilan juga menyesuaikan,” pungkasnya. (rien) 


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *