Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro di Sektor Migas Turun 4,41 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Bojonegoro dengan Migas Turun 4

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro -  Pertumbuhan ekonomi Bojonegoro, Jawa Timur, dengan migas pada tahun 2018 menurun 4,41 persen dibanding tiga tahun terakhir. 

“Sedangkan pertumbuhan ekonomi non migas meningkat 5,56 persen,” kata Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah, saat paparan refleksi pembangunan akhir tahun 2019 di Pendapa Malowopati, Senin (30/12/2019). 

Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pembangunan Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Ike Widyaningrum, membenarkan jika produk domestik regional bruto (PDRB) dengan migas melambat dibanding tahun 2015 hingga 2017.

“Ini dikarenakan puncak produksi minyak di Bojonegoro sudah lewat,” ujarnya. 

Sekarang ini, lanjut Ike, produksi minyak di Bojonegoro yang berasal dari Lapangan Banyu Urip, Lapangan Sukowati dan Field Cepu lebih stabil dibanding sebelumnya. 

Dijelaskan, melambatnya PDRB dengan migas dipengaruhi tidak hanya produksi minyak per barel, tetapi juga terkait dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia, lifting, dan lain sebagainya. 

Sementara PDRB non migas, lebih tinggi dari migas karena ada 17 komponen atau indikator tumbuhnya perekonomian diluar migas sekarang ini suda lebih bagus. 

Baca Juga :   Perajin Keramik Blora Dapat Kucuran Rp320 Juta

“Baik industri pengolahan, perdagangan besar,  jasa reparasi, akomodasi, dan jasa makan minum sekarang ini mulai tumbuh,” tukasnya. 

Dari data menunjukkan laju PDRB dengan migas tahun 2014 menunjukkan angka 2,29 persen, lalu tahun 2015 meningkat di angka 17,42 persen, tahun 2016 meningkat lagi hingga 21,95 persen, dan berangsur menurun tahun 2017 menjadi 10,26 persen dan tahun 2018 turun lagi hingga 4,41 persen.

Sementara untuk PDRB non Migas cenderung stagnan. Tahun 2014 sebesar 6,06 persen, tahun 2015 sebesar 5,70 persen, tahun 2016 sebesar 5,59 persen, tahun 2017 sebesar 5,50 persen, dan tahun 2018 sebesar  5,66 persen.  

“Target kita tahun 2019 untuk PDRB migas dan non migas bisa meningkat 5-6 persen,” pungkasnya.(rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *