SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, volume kendaraan sepanjang tahun 2019 mengalami peningkatan hingga 20 persen.
Hanya saja pihak Dishub Bojonegoro belum menghitung secara detail jumlah satuan kendaraan karena baru saja memasang CCTV accounting.
“Sebagian besar merupakan truk-truk pengangkut material, dan trailer dari Jakarta,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Adi Witjaksono, Kamis (2/1/2020).
Meningkatnya truk-truk di Bojonegoro karena ada proyek di Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
“Yang paling banyak itu, truknya proyek JTB,” tandasnya.
Mantan Kepala Disnakertransos Bojonegoro ini menjelaskan, truck-truck tersebut melintas di malam hari mulai pukul 21.00 wib, ditambah trailer dari Jakarta yang menghindari jalan tol. Sehingga, Bojonegoro menjadi jalur alternatif semua kendaraan tersebut.
“Kita berencana akan memperkecil bundaran yang ada di Jetak dan Jalan Diponegoro,” lanjutnya.
Selama ini, kontraktor EPC GPF JTB, PT Rekayasa Industri (Rekind) sudah cukup bertanggung jawab saat melintas dengan tertib administrasi maupun pengangkutan material.
“Karena kita rutin lakukan razia tiap malam,” pungkasnya. (rien)