SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, tengah meminta peta pemasangan pipa gas dari Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Pertamina EP Cepu (PEPC).
“Kita meminta peta pemasangan pipa gas dari JTB karena ada beberapa wilayah Bojonegoro yang berpotensi terjadi gempa,” kata Sekretaris BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfa, Jumat (3/1/2020).
Menurutnya, dalam pemetaan rawan bencana, ada 194 desa di 16 kecamatan termasuk di sekitar Lapangan JTB seperti Kecamatan Ngasem dan Tambakrejo yang rawan gempa.
“Jadi kita perlu tahu, dimana letak pipa gas yang akan ditanam oleh PEPC,” tukasnya.
Jika potensi gempa di Kecamatan Ngasem dan Tambakrejo bisa terjadi dikarenakan retakan tanah sesuai karakteristik Bojonegoro.
“Kita harus melakukan mitigasi bencana, jangan sampai pipa gas yang terpasang berada di jalur rawan gempa. Kalau pipanya bocor karena gempa bagaimana? bisa bahaya,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Kunadi, belum memberikan jawaban. Pesan yang dikirimkan melalui Surat Elektronik (Surel) belum ada balasan. (rien)