SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengklaim, pendidikan di sekitar Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, meningkat baik infrastruktur maupun sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidiknya.Â
“Kami baru saja berkunjung di Kecamatan Gayam dan melihat semua bangunan sekolahnya sudah bagus,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kuzaini, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi C, DPRD Bojonegoro, Senin (13/1/2020).Â
Dia mengungkapkan, jika peningkatan pendidikan di Kecamatan Gayam, terlebih di Desa Gayam dan Mojodelik, didukung oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S)Â ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).Â
“Pendidikan disana, didukung juga oleh program corporate social responsibility (CSR) dari EMCL,” imbuhnya.Â
Menanggapi hal itu, Sekretaris Komisi C, Supriyanto, meminta agar Dinas Pendidikan mengutamakan bangunan sekolah yang rusak termasuk di sekitar lapangan migas.
“Kita kan ada alokasi dana bagi hasil migas untuk pendidikan yang setiap tahunnya mencapai Rp7 miliar. Jadi, harus diutamakan,” tegas Politisi asal Partai Golkar ini.Â
Menurutnya, masih ada beberapa bangunan sekolah di sekitar industri migas, seperti Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang kondisinya mengenaskan.Â
“Laporan yang kami terima dari masyarakat di Kecamatan Purwosari masih ada sekolah yang rusak. Jangan diabaikan,” pungkasnya. (rien)
