Sampah dan Penyempitan Saluran Air Jadi Biang Kerok Banjir Cepu

19377

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Penyempitan dan pendangkalan sungai ditengarai menjadi penyebab banjir di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Setiap kali hujan deras mengguyur, air meluber ke jalan-jalan hingga pemukiman warga. Badan sungai tidak mampu menampung air. 

Tercatat, dalam sepekan, telah terjadi dua kali banjir di wilayah Cepu. Yakni di lingkungan Ngareng (Stasiun Kota), Kamis (16/1/2020) malam, 18.30 WIB. Sedikitnya  70 rumah di RT 2,3,5 dan 7 RW 01 tergenang. Ketinggian air skitar 50-100 centi meter.  Kasmi (90), manula penderita stroke sempat dievakuasi dari tempat tinggalnya.

Banjir kembali melanda pada Minggu (19/1/2020) malam, pukul 21.15 WIB. Sebanyak 15 rumah  di RT 2,3 dan 5 RW 01 tergenang, dengan ketinggian air sekitar 30-50 cm. 

Pemerintah Kecamatan Cepu telah menerjunkan Satpol PP untuk mengecek saluran air di sepanjang Kelurahan Ngareng hingga hilir yang bermuara di Sungai Bengawan Solo. Ditemukan penyempitan drainase dan tumpukan sampah sehingga mengganggu kelancaran air. Sehingga perlu dilakukan normalisasi.

“Perlu master plan saluran seluruh Kecamatan Cepu biar ada acuan kemana aliran akhir,” ujar Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi, usai menerima laporan dari anak buahnya, Senin (20/1/2020).

Baca Juga :   Tergerus Banjir, Jalan Dusun Kalimati Longsor

Terpisah, Kepala Satpol PP Kecamatan Cepu, Listiyono Winarno, mengungkapkan, selama penyusuran Sungai Ngareng hingga Bengawan Solo banyak ditemukan tumpukan sampah dan pendangkalan. Tidak terkecuali, sungai yang melintasi Asrama Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas. Serta sungai kecil yang melintasi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyam dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu. 

“Harapan masyarakat ada normalisasi sungai dan pengerukan biar tidak dangkal.  Masyarakat juga kami ingatkan, karena masih buang sampah sembarangan,” tandasnya.

Lingkungan Ngareng Sawahan kerap dilanda banjir karena antara sungai dan pemukiman warga lebih rendah.  

“Jadi kalau hujan satu jam dan air meluap pasti kerendam duluan,” pungkasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *