Sambung Absorber, PT Rekind Gunakan Crane Seberat 1.300 Ton

19411

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Kontraktor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Enginering, Procurement, and Constructions Gas Proccesing Facility/EP-GPF) Lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) menargetkan transportasi Absorber Section 1 dan 4 selesai awal Februari 2020 mendatang.

“Masih ada dua absorber lagi yang akan sampai di lokasi proyek. Yang terakhir, jika tidak ada aral rintangan akan sampai pada awal Februari,” kata Site and Manager PT Rekind, Zaenal Arifin kepada suarabanyuurip.com, Senin (27/1/2020). 

Dijelaskan, Absorber Section 1 yang akan dimobilisasi memiliki berat 106 ton dengan panjang 15 meter dan berdiameter 4 meter. Sedangkan Absorber Section 4 seberat 100 ton, panjang 17 meter dan berdiameter 4 meter.

Semua alat tersebut sedang dalam proses penyambungan. Nantinya, setelah prosesnya selesai semua, maka akan dilakukan erection atau proses pengangkatan alat di lokasi yang telah disiapkan. 

“Absorber itu nanti digunakan untuk pemrosesan gas, mana yang bisa dipakai dan mana yang tidak,” tutur alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu. 

Baca Juga :   Mulai Tanam Petani Butuh Banyak Solar

Penyambungan tabung-tabung akan menggunakan crane dengan berat 1.300 ton. Crane tersebut telah disediakan oleh subkontraktor lokal Bojonegoro.

“Kontraktor lokal yang menyediakan,” ucapnya.  

Penyelesaian penyambungan semua absorber ditargetkan selesai April 2020. Setelah itu, melanjutkan pembangunan fasilitas gas lainnya. 

“Untuk pekerjaan di JTB srkarang ini mencapai 19 persen. Sebagian besar masih fokus menangani absorber. Untuk pengurukan selesai 100 persen,” pungkas Zaenal. (rien)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *