Hingga 2019, RTH Perkotaan Bojonegoro Terpenuhi 17%

19406

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Jawa Timur, menargetkan minimal 20% ruang terbuka hijau (RTH) di wilayah perkotaan dapat terpenuhi pada tahun 2021. 

“Dari target itu, hingga akhir 2019 kemarin, sudah terpenuhi sekitar 17%,” ujar Kepala DLH Bojonegoro, Hanafi, dikonfirmasi belum lama ini.

Dijelaskan, DLH Bojonegoro bersinergi dengan lembaga lintas sektoral untuk mencapai target 20% RTH wilayah perkotaan. Baik itu formal maupun non formal.

Pada tahun 2019, DLH Bojonegoro telah menanam pohon sekitar 49.000 batang pada 2019 lalu.Pohon tersebut banyak ditanam di jalan nasional, antar kecamatan dan antar desa.

“Untuk tahun 2020 ini kita menyiapkan pembibitan dan rencana tanam sskitar 120.000 pohon,” tegasnya. 

Program RTH tersebut mendapat dukungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro. Sepanjang tahun 2019 kemarin, pemkab telah membangun 24 taman di perkotaan dan kecamataan. Yaitu 17 vertical garden -taman yang dibangun pada bidang yang berdiri tegak lurus dengan tanah- di perkotaan, dan tujuh taman baru.

Baca Juga :   Jalan Akses di Wilayah Blok Gundih Bakal Dibangun Oleh Pertamina EP

Diantaranya taman Lokomotif di Jalan Teuku Umar, taman Bundaran Jetak, taman depan Polres, dan taman depan Pendapa Pemkab.

“Tahun 2020 ini, kita akan bangun enam taman baru lagi, salah satunya area stadion Letjen Soedirman,” sambung Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Bojonegoro, Willy Fritama. 

Tujuan pembangunan Taman ini sesuai Undang-undang No 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang yang di dalamnya mewajibkan kabupaten/kota membangun ruang terbuka hijau 30% dari luas wilayahnya. 

“Sampai 2019 kita sudah 10,3 hektar RTH berupa pembangunan taman. Ini akan terus kita perbanyak lagi,” ujarnya saat peresmian Taman Lokomotif di Jalan Teuku Umar Bojonegoro, beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menyatakan telah menginstruksikan kepada camat, lurah, dan kepala desa untuk memperbanyak RTH di wilayahnya. Pemkab, lanjut bupati, siap melakukan kerjasama untuk lahan-lahan yang bisa dibuat RTH.

“Setelah Taman Lokomotif ini, kita akan survei sepanjang stasiun yang mana nantinya bisa dikerjasamakan untuk menambah oksigen lagi,” pungkas bupati perempuan Bojonegoro.(suko)


Baca Juga :   Berharap Tower Pemantau Hilal Bukit Wonocolo Ditinggikan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *