SuaraBanyuurip.com -Â Sedikitnya 52 rumah di Desa Plosorejo dan Sonokidul, Kecamatan Kunduruan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Rowo-anak Sungai Lusi, Minggu (2/2/2020), setelah wilayah setempat diguyur hujan deras sejak pukul 13:00 wib sampai pukul 15:00 Wib.
Ketinggian air antara 20 – 100 centi meter (cm). Banjir juga merendam jalan antar kecamatan dengan ketinggian 50 Cm.Â
Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, banjir mengenangi pemukiman warga di RW 1 Dusun Roworejo, Desa Plosorejo. Yakni di RT 1 sebanyak 4 rumah, RT 2 : 6 rumah, RT 3 : 10 rumah, RT 4 : 17 rumah dan RT 5 : 5 rumah. Sedangkan jalan desa Plosorejo terendam 20 – 100cm sepanjang 1 KmÂ
Banjir juga merendam wilayah Desa Sono Kidul. Di RT 004/RW 001 : 10 rumah, RT 3 : 1 rumah, RT 1 : 2 rumah. Ketinggian air di pemukiman warga antara 30-50 Cm. Banjir juga merendam jalan antar kecamatan setinggi 50 cm sepanjang 1 Km.Â
“Pengungsian dan korban jiwa nihil,†kata Riyanto, petugas TRC BPBD Blora dilansir dari website resmi Pemkab Blora.
Dilaporkan, jika debit air sudah mulai surut dan beberapa warga sudah membersihkan rumah masing-masing.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Blora, Hadi Praseno, menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai potensi genangan banjir perkotaan, banjir bandang, banjir luapan sungai maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor dengan situasi potensi cuaca sekarang ini.
“Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang. Jangan berlindung di bawah pohon,” pesannya.
Hadi meminta semua pihak bersiap menghadapi musim hujan baik dari segi kesehatan, pertanian, dan sebagainya.Â
“Identifikas tempat- tempat yang rawan bencana segera koordinasi dengan RT, RW, Kelurahan, dan kecamatan serta dinas terkait,” pungkasnya.(red)