SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Semburan lumpur di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sudah terjadi sejak lama.Â
“Sudah lama itu, bahkan sebelum saya menjabat camat disini semburan itu sudah ada,” kata Camat Kasiman, Agus Purwanto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (4/2/2020).Â
Menurut Agus, semburan tersebut sudah ada sejak zaman Belanda. Informasi yang didapat, jika titik semburan dulunya pernah dijadikan lokasi seismik untuk mencari sumber migas.Â
“Semburan akan tinggi mencapai satu meter kalau hujan turun, kalau tidak hujan ya cuma mengeluarkan gelembung saja,” jelasnya.Â
Keberadaan semburan di salah satu sawah warga itu, telah dilaporkan ke Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk ditindak lanjuti. Â
Selama ini tidak ada dampak negatif dari semburan yang mirip air mancur lumpur. Termasuk bau gas atau mempengaruhi tanaman sekitar.Â
“Kami sudah laporkan, menunggu tindak lanjut saja karena kecamatan tidak memiliki wewenang,” pungkas Agus.Â
Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Bojonegoro, Hanafi, mengaku telah menerima laporan tersebut dan baru akan mendatangi lokasi untuk melihat lebih jelas.Â
“Kami sedang meluncur ke lokasi sekarang, nanti bagaimana hasilnya saya kabari,” janjinya. (rien)Â