SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora — Masyarakat Desa Sambong Kecamatan Sambong, mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan yang melintas desa setempat. Jalan sepanjang 4 kilo meter dari perempatan Desa Pojokwatu sampai Desa Ledok, kondisinya memprihatinkan.Â
Badan jembatan berlobang dan retak, bahkan nyaris putus. Setelah bagian konstruksi jembatan dicuri orang. Â
Jika tidak segera diperbaiki, jembatan tersebut bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan. Apalagi menjadi akses utama penghubung tiga desa.
“Kalau ada kendaran berat melintas, bagian sisi lain mendongak ke atas. Tampak tepi landasan yang bergerigi,†ujar Listyono, warga Desa Sambong.Â
Jembatan tersebut juga menjadi akses menuju ke lapangan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Distrik III Ledok. Saban hari banyak kendaraan migas yang keluar masuk lokasi.Â
“Bisa berbahaya ketika ada kendaraan roda dua yang berjalan di belakangnya. Dikhawatirkan menabrak besi berbentuk gerigi itu. Bisa Celaka,†tuturnya.Â
Jembatan dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar tidak lebih dari 3 meter itu, sudah belasan tahun tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah kabupaten.
“Selama ini yang memperbaiki dari Pertamina EP. Selama puluhan tahun saya tingal di Sambong, belum pernah pemerintah memperbaiki,†ungkapnya.
Listyono berharap jembatan tersebut segera diperbaiki, sebelum memakan korban.Â
Senada disampaikan Suptihantono, warga Desa Ledok. Selama perbaikan jalan dan jembatan sampai ke jalan besar perempatan Desa Pojokwatu dilakukan oleh Pertamina.Â
Menurutnya, ada dua jembatan yang perlu mendapat perhatian. Satu dari arah Desa Pojokwatu ke Desa Sambong. Kedua dari Desa Sambong menuju Desa Ledok.
“Di jembatan ke dua ini terdapat lubang besar yang hanya ditutup pelat besi. Di masing-masing ujung juga terdapat lubang menganga yang membahayakan orang yang melintas,†jelasya.Â
Selain itu, tepat di tikungan perbatasan Desa Ledok, terdapat kerusakan jalan cukup parah. Berlumpur dan licin.Â
Akses tersebut sering dilalui kendaraan operasi Pertamina EP. Termasuk kendaraan berat pendukung operasi.
Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan Sambong, Slamet, tidak menampik rusaknya jembatan dan jalan tersebut. Dikatakan, jika jalan tersebut milik Pertamina EP.
“Pernah diperjuangkan untuk diperbaiki Pemkab tapi belum berhasil mendapatkan SK. Sampai sekarang belum tahu statusnya. Selama ini memang dari Pertamina yang memperbaiki,†tutur Slamet dikonfirmasi terpisah.
Menurut Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Puji Ariyanto, jalan dan jembatan itu berada di bawah tanggung jawab kabupaten.
“Itu masuk jalan kabupaten,†tegasnya.
Ditanya apakah ada rencana perbaikan jalan dan jembatan tahun 2020 ini, Puji tidak banyak menjelaskan. Perbaikan akan dilakukan di titik lain wilayah Kecamatan Sambong.
“Tahun ini yang dianggarkan dari Desa Ledok ke Kedungpupur, dan dari Kecamatan Sambong menuju Kelurahan Ngroto Kecamatan Cepu,†pungkasnya.(ams)