SuaraBanyuurip.com – Samian SasongkoÂ
Bojonegoro – Tropis Indonesia menggelar lokakarya penguatan kapasitas pengelola Pasar Desa Gayam, di Gedung Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (04/02/2020) kemarin.Â
Ketua TROPIS Indonesia, Musyadad, mengatakan, program rehabilitasi Pasar Desa Gayam adalah program perbaikan fasilitas dan pengelolaan pasar perbaikan fisik bangunan, sanitasi, tempat pembuangan sampah, pengelolaan pedagang dan lain lain.Â
Program ini difasilitasi oleh NGO Mitra yakni TROPIS Indonesia dan didukung oleh operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), melalui Program Pemberdayaan Masyarakat sejak tahun 2018.
Secara alami Pasar Desa Gayam adalah pengembangan dari pasar Clangap (Pasar Desa Sumengko) yang masih ada sampai sekarang meskipun tidak seramai dahulu sebelum berdirinya pasar Desa Gayam.Â
“Kondisi pasar Desa Gayam dulu semrawut, saat ini kondisinya telah berubah bagus. Bangunan fisik yang telah dikerjakan sejak tahun 2018 dan masih berlangsung hingga kini, telah mencapai 90 % dan sudah nampak hasilnya, kokoh dan megah,” kata Musyadad, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (05/02/2020).
Untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola pasar akan dilaksanakan Lokakarya Penguatan Kapasitas Pengelola Pasar dan dilanjutkan dengan magang di Pasar Kota Bojonegoro dan Pasar Desa Sumberejo, Kecamatan Sumberejo.
Lokakarya ini akan diikuti oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pengelola pasar sebagai ujung tombak dalam pengelolaan pasar, Pemerintah Desa (Pemdes) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gayam sebagai pemangku kepentingan di desa dalam merumuskan kebijakan melalui Peraturan Desa (Perdes) pengelolaan pasar.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah membekali tim pengelola pasar tentang pengelolaan pasar yang baik dan benar. Meningkatkan mutu SDM Pengelola pasar, membekali Pemdes dan BPD Gayam dalam membuat Perdes pengelolaan pasar, dan merealisasikan rencana kegiatan yang telah disusun,” jelasnya.
Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Gayam ini menambahkan, kegiatan magang dilaksanakan selama empat hari. Mulai hari Rabu sampai Sabtu (05-08/2/2020).
Peserta magang sebanyak 10 orang, dengan rincian dari BUMDes Gayam 4 orang, Pengelola pasar 4 orang, Pemdes Gayam 1 orang, dan BPD Gayam 1 orang. Dalam lokakarya tersebut nara sumber akan memberikan materi pengelolaan pasar, beserta contoh SOP dan Perdes yang dibutuhkan dalam pengelolaan pasar.
“Narasumbernya dari Plt Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sukaemi, Kepala Desa Sumberejo, H.M. Rifai, dan Kepala Pasar Desa Sumberejo, Siswoyo,” pungkas pria ramah ini.
Dalam sambutannya Plt Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Sukaemi mengatakan, akan membantu Pasar Desa Gayam menjadi pasar yang bersih. Bila perlu menjadi percontohan pasar yang lain dalam pengelolaan tergantung kesiapan Pemdes Gayam dan pengelola pasar.
“Klau butuh kami bicara saja. Misal sosialisasi ke pedagang pasar agar tertib, kami siap datang membantu teman-teman pengelola Pasar Desa Gayam,” imbuh mantan Camat Tambakrejo ini.(sam)