SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpksa diturunkan karena harus menyesuaikan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).Â
“Karena Amdal yang lama menyebutkan produksinya sebesar 220.000 barel per hari. Jadi terpaksa dikurangi,” kata Kepala SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Nurwahidi, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Jumat (14/2/2020) kemarin.Â
Dikatakan, besaran produksi di Blok Cepu yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sekarang ini antara 225.500 sampai 235.000 Bph. Rinciannya, 220.000 Bph dari Lapangan Banyu Urip, sisanya dari Lapangan Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
“Tapi karena di Amdal hanya diperbolehkan 220 ribu bph, ya otomatis menyesuaikan dengan mengurangi produksi di Banyu Urip,” jelasnya.Â
Ditanya perkembangan adendum (perubahan) Amdal Blok Cepu, pria ramah ini menyatakan terus berproses bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan melibatkan pihak-pihak tekait termasuk Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.Â
“Beberapa waktu lalu, kami sudah mensosialisasikan perubahan Amdal di Bojonegoro. Dalam waktu dekat, kami akan menindak lanjuti lagi sosialisasi tersebut di Bojonegoro,” tandasnya.Â
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyampaikan, produksi minyak Blok Cepu mencapai hingga 220.000 Bph.(rien)