SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Team Gas Processing Facility (GPF) Construction Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menghadiri dan sekaligus menjadi narasumber (dosen tamu) dalam acara Kuliah Tamu di Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro (Unigoro), Rabu (19/2/2020).
Kuliah tamu ini bertemakan “K3 Konstruksi dan Industri Migasâ€. Dengan diikuti 112 mahasiswa dari 4 Program Studi di Fakuktas Saintek, yakni Prodi Teknik Sipil, Teknik Industri, Ilmu Lingkungan dan Kimia.
Dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Tamu ini dibuka oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bojonegoro, Harjono, S.T, M.Si.
Hadir dalam acara Rektor Unigoro yang diwakili Wakil Rektor I, Ir. H. Noor Djohar, MM, dan para dosen di lingkup Fakultas Saintek Unigoro.
Adapun narasumber dari PEPC antara lain Wahyudi, Construction Site Lead di Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru, Yusuf Yudowidodo, Safety Specialist, dan Uus Rusmawan, Occupational Health and Industrial Hygiene Officer.
Para narasumber memberikan materi mengenai K3 Konstruksi dan Industri Migas secara bergantian. Selepas sesi pemaparan materi, para mahasiswa terlibat tanya jawab untuk menggali lebih dalam berkaitan dengan isi materi maupun hal yang berkaitan dengan perkuliahan hari ini.
“Kuliah Tamu ini sangat bermanfaat dan sudah sesuai dengan mata kuliah yang diajarkan di kampus, yang mana 4 prodi ini sudah masuk di dalamnya,†ujar Dekan Fakultas Saintek, Harjono, S.T, M.Si, seusai acara dalam rilis yang diterima Suarabanyuurip.com, Rabu (19/2/2020) petang.
Dekan menambahkan, kegiatan ini juga memberikan wawasan baru bagi mahasiswa. Khususnya untuk semester akhir yang akan bersiap bersaing dalam dunia kerja.
“Agar mahasiswa mengetahui lebih memahami tentang K3 sehingga pelaksanaannya nanti diharapkan dapat meminimalkan terjadinya resiko kecelakaan,” tandasnya.
Sementara itu, Construction Site Lead, Wahyudi, berpesan agar para mahasiswa Universitas Bojonegoro, khususnya Fakultas Sains dan Teknik untuk terus memiliki semangat juang dan kedisiplinan dalam kuliah. Mengingat tuntutan kerja dan dunia usaha saat ini semakin tinggi.
“Mahasiswa itu harus punya semangat, kuliah harus disiplin karena sekarang tuntutan dunia kerja dan dunia usaha sangat tinggi, jadi nanti setelah lulus akan dilihat dari pencapaiannya yakni nilai IPK dan tentunya skill atau kompetensi yang dimiliki,†ungkapnya.
Ia juga mengharapkan agar mulai saat ini para mahasiswa dapat mulai mengasah keterampilan dan kompetensi seperti menguasai bahasa asing.
“Dengan begitu maka ke depan akan memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan dan bergabung di perusahaan besar,” imbuh pria berbadan tegap ini.(sam)