SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pengisian Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) masih menjadi misteri.
Setelah beredar kabar pengisian Dirut perusahaan plat merah yang bergerak di bidang migas-PT BBS- itu telah terisi, kini muncul pengumuman lowongan direksi. Lowongan diumumkan di laman resmi PT BBS.
Di website resmi tersebut disebutkan, Panitia Seleksi Calon Direksi dan Komisaris BUMD PT Bojonegoro Bangun Sarana membuka kesempatan bagi profesional untuk mengisi beberapa lowongan. Yakni Komisaris 1 orang, Direktur Utama 1Â orang, Direktur Operasional 1 orang.
Lowongan ditayangkan sejak tanggal 12 Februari 2020 lalu. Penerimaan berkas lamaran dimulai tanggal 12 Februari 2020 sampai dengan tanggal 13 Februari 2020 pada jam kerja.Â
Pejabat BBS maupun Pemkab Bojonegoro belum mau berkomentar tentang informasi pembukaan lowongan tersebut.Â
Sebelumnya, suarabanyuurip.com mendapatkan informasi jika PT BBS telah melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada Selasa (28/1/2020) lalu, di Kantor Pemkab Bojonegoro berlantai tujuh.
Dalam RUPSLB tersebut Thomas Gunawan ditunjuk sebagai Dirut PT BBS. Thomas Gunawan sebelumnya menjabat sebagai Project Directur Proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di PT Rekayasa Industri (Rekind).
Menanggapi informasi lowongan itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, menyatakan akan mengusulkan kepada Badan Musyawarah (Banmus) DPRD untuk melakukan pertemuan dengan PT BBS dan Pemkab Bojonegoro pada bulan Maret 2020.Â
“Iya, kok kabarnya bisa simpang siur. Ini bagaimana?” kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN).
Dijelaskan, tujuan pertemuan tersebut untuk meluruskan informasi yang sudah beredar di masyarakat jika Dirut PT BBS telah terisi.
“Kita akan meminta klarifikasi. Kami berharap pengisian Dirut BUMD itu sesuai aturan dan transparan,” tegas Lasuri.
Lasuri mengaku DPRD Bojonegoro selama ini hanya mendapatkan informasi terkait pengisian Dirut melalui media massa. Padahal, kekosongan Dirut PT BBS harus segera diisi karena akan mempengaruhi kinerja perusahaan plat merah itu sendiri.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Seleksi, Darmawan enggan menjawab. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perekonomian ini tidak ada ditempat. Pesan pendek yang dikirimkan belum dibahas. (rien)Â