SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga masyarakat Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang mengajukan sertifikat dari program pemerintah kini bisa bernafas lega. Pasalnya, hampir setahun menunggu kini sertifikat telah diterima.
Penyerahan sertifikat hak atas tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018-2019 tersebut dilakukan oleh Panitia PTSL di Balai Desa Butoh, Jumat (28/2/2020).
Ketua panitia PTSL, Patemo mengatakan, dari proses awal pengajuan terdaftar sebanyak kurang lebih 1.800 bidang dan dalam perjalanan waktu bertambah menjadi 2030 bidang. Dari total 2030 itu ada yang belum jadi, dan masih dalam proses.
“Kalau tidak salah 30 sertifikat kalau tidak 40 sertifikat yang masih dalam proses. Kemudian ada beberapa sertifikat dilakukan pembenahan karena ada yang kurang sesuai, seperti tanggal lahir pemilik hak tanah,” kata Patemo, kepada Suarabanyuurip.com disela-sela pembagian sertifikat.
Meski sertifikat sudah jadi masih ada pemohon yang belum melunasi administrasi. Namun jumlahnya berapa masih belum diketahui secara pasti karena masih dihitung.
“Masih kita koordinasikan dengan anggota panitia karena tiap dusun ada panitianya masing masing yang menangani,” imbuhnya.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran jalanya program PTSL hingga dibagikan ke warga ini,” lanjutnya.
Sementara Kepala Desa Butoh, Edy Santoso, juga mengucapkan terimakasih kepada pihak pihak terkait telah membantu atas terwujudnya sertifikat dari program pemerintah, yaitu PTSL.
“Alhamdulillah pembagian berjalan lancar, aman, tertib,” sambung pria ramah ini.
“Tentu kami merasa senang adanya program PTSL dari pemerintah ini. Karena sangat membantu warga, utamanya warga yang kurang mampu,” ucap salah satu penerima sertifikat, Suradi.
Hadir dalam kegiatan penyerahan sertifikat PTSL, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Muspika Ngasem.(sam)