SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Petani sekitar Lapangan Migas Sukowati Pad B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terancam gagal panen karena tanaman padi mereka diserang hama.
“Hama yang menyerang tidak hanya wereng tapi juga tikus,” kata salah satu petani setempat, Sutarman (45), kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (29/2/2020).
Serangan dua hama sekaligus baru kali ini terjadi. Tanaman padi yang memasuki masa panen rusak. Daun dan batangnya layu, bahkan sebagian menguning. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.
“Ini masa panen pertama di tahun 2020, tapi habis diserang hama. Kemarin tanam habis lima belas jutaan,” tuturnya.
Sudirman mengaku tidak mendapatkan ganti rugi karena tidak masuk kelompok tani. Karena untuk menjadi anggota, harus memenuhi beberapa persyaratan. Sementara sawahnya hanya seluas 2500 meter persegi di sekitar rumahnya merupakan peninggalan orang tua.
Sementara ini sawahnya hanya dibiarkan begitu saja sampai ada solusi dari petani lain. Sudirman hanya berharap tanam selanjutnya tidak terjadi serangan hama serupa.
“Nunggu solusi ini, belum tau seperti apa dan bagaimana kedepannya,” tandasnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Sudirman, membenarkan kondisi tersebut. Hampir sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya diserang wereng dan tikus.
“Belum ada tindak lanjutnya lagi, kami berharap ada solusi dari kelompok tani setempat,” pungkasnya.(rien)
Â