SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memiliki tingkat asusila cukup tinggi. Sejumlah lokasi ditengarai menjadi tempat mesum dan pesta miras.Â
“Bahkan saat operasi ada percobaan penyuapan kepada petugas. Mereka menawarkan uang Rp5 juta,” kata Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi kepada suarabanyuurip.com, Minggu (1/3/2020).
Menurutnya, lapangan dan gorong-gorong menjadi tempat favorit untuk berbuat asusila.Â
“Di Mentul, rumah kosong banyak kondom. Bahkan dari video yang kami periksa, mereka merekam sendiri adegan asusila yang dilakukan,” ungkapnya.
Bahkan dirinya sempat menemukan ada pasangan mesum di wilayah Mentul.Â
“Mereka lari terbirit-birit tanpa pakaian saat mengetahui ada petugas,” tuturnya.
Dari hasil pendataan yang dilakukan terhadap pelaku yang terjaring razai kebanyakan berasal dari luar Cepu.Â
“Sering dijumpai saat operasi, di bangunan bekas SMA dan belakang kampus STTR Cepu,” ujarnya.Â
Untuk menekan penyakit masyarakat ini pihaknya menggalakkan operasi malam ritun. Seperti Sabtu (29/2/2020) kemarin, petugas gabungan dari Satpol PP Kecamatan Cepu, Koramil Cepu dan Polsek Cepu, melakukan penyisiran lokasi-lokasi yang ditengarai menjadi tempat mesum dan pesta miras.
Yakni rumah-rumah kosong serta semak-semak. Selain itu penyisiran juga dilakukan di Lapangan Serbaguna Tukbuntung, Taman BBS, serta kawasan angkringan yang berada di perbatasan Jateng-Jatim. Â
Dalam penyisiran itu petugas menemukan ceceran alat kontrasepsi atau kondom di rumah kosong dan sekelompok pemuda sedang nenggak miras.
Operasi malam yang digelar ini, menurut Kepala Satpol PP Cepu, Listiyono Winarno, Sesuai peraturan daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.
“Selama dilakukan penyisiran, kami mendapati sekelompok pemuda sedang melakukan pesta miras,” ujar Listiyono.Â
Para pemuda kemudian dihukum push up untuk memberikan efek jera.Â
“Sementara kami peringatkan dulu. Kalau lain waktu orang yang sama kedapatan lagi, baru dilakukan penindakan,” tegasnya.
Listiyono menambahkan, miras yang dibawa sebagian besar dari Jawa Timur. Bukan disediakan pemilik angkringan.Â
“Kami akan terus pantau, demi kondusifitas dan menjaga ketertiban umum di Cepu,” pungkasnya.(ams)