SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hingga saat ini arus Lalu Lintas (Lalin) poros Kecamatan Ngasem ke Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum kembali lancar secara total setelah terjadi kemacetan karena jembatan penghubung yang terletak di wilayah hutan BKPH Nglambangan dan BKPH Bubulan tersebut ambles, pada Minggu (23/2/2020) petang lalu.
Jembatan berukuran sepanjang kurang lebih 15 x 4 meter tersebut baru sebatas diuruk pedel di titik bangunan yang ambles. Sehingga baru pengendara roda dua saja yang bisa melewati dengan lancar.Â
“Khusus pengendara roda dua sudah lancar,” kata salah satu pengguna Yanto, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/3/2020).
Warga Desa Ngadiluwih ini menuturkan, sampai saat ini untuk kendaraan roda empat belum bisa melewati secara leluasa karena kondisinya masih cukup membahayakan.
“Roda empat bisa lewat kalau tidak muatan. Tapi kalau muatan berat belum bisa, bahaya kalau titik yang rusak itu kembali ambles, dan ambrol,” tandasnya.
Untuk menjaga keselamatan bagi pengendara roda empat yang bermuatan berat bisa mengambil jalur Ngasem-Dander-Bubulan, pun sebalinya.Â
“Mudah-mudahan saja kerusakan jembatan ini segera dibangun. Agar arus Lalin Ngasem-Bubulan, pun sebalinya kembali normal seperti biasanya,” sambung Pardi, petani setempat.(sam)Â