SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga sekarang ini masih fokus Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan secara serentak pada 19 Februari 2020 lalu, dan belum melakukan rapat kembali program pemberdayaan dari sektor Migas.
“Kami belum rapat lagi terkait Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari Operator Migas Lapangan Sukowati, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field,” kata Ketua BPD Ngampel, Sudirman, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (29/2/2020).
Menurutnya, Pemerintah Desa, BPD, dan masyarakat masih fokus hingga nanti pelantikan Kepala Desa. Sementara sambil menunggu, bersama-sama memetakan kebutuhan masyarakat yang akan diajukan ke Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field.
“Sekarang harus pakai proposal, nanti akan diverifikasi mana program yang dibutuhkan masyarakat tapi belum tercover dalam APBDes maupun APBD,” lanjutnya.
Dia menyampaikan, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum tercukupi, seperti infrastruktur jalan, gorong-gorong, dan lainnya. Meski Desa Ngampel merupakan daerah penghasil migas, namun pendapatan asli desa tidak sebesar desa penghasil di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.
“Kekuatan APBDes kita baru naik ya tahun ini, kurang lebih Rp2 miliaran, tahun sebelumnya hanya sekira Rp1 miliar lebih,” tukasnya.
Pihaknya berharap, dengan produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Lapangan Sukowati yang mencapai 9000 Barel per hari (Bph) lebih, Alokasi Dana Desa (ADD) bisa ikut meningkat. Sehingga, tidak tergantung ada pemberian PPM dari operator migas saja dalam melaksanakan pembangunan desa.
Sebelumnya, HSSE Sukowati Field, Jason Purba mengatakan, dalam memberikan PPM pihak perusahaan tidak serta-merta tanpa melalui proses kajian.
“Usulan ini akan dirangkum jadi satu dan disampaikan kepada SKK Migas. Karena semua anggaran milik negara. Setiap yang dikeluarkan ada bukti serah terimanya,” ujarnya.
Termasuk usulan warga melalui pemerintah desa secara tertulis dan melakukan kajian sosial mapping yang menggandeng lembaga survei dari Yogyakarta.(rien)