SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro -Â Sebanyak 300 orang dari perhimpunan para penghafal Al-Quran atau Hafizhah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikukuhkan melalui pembentukan kepengurusan Jam’iyah Mudarosatil Qur’an Lil Hafizhah (JMQH) di Pendopo Malowopati, Minggu (8/3/2020).
Deklarasi dan silaturahim JMQH Kabupaten Bojonegoro ini bertajuk ‘Hafizhah Berkiprah Indonesia berkah dengan Qur’ani menuju Bojonegoro Baldatun Thoyyibun Warobbun Ghofur’.
“Ada sekitar 300 hafizhah yang akan dikukuhkan. Untuk menyatukan dan memperkuat ukhuwah antar hafizhah,” kata panitia kegiatan, Siti Masruroh, kepada Suarabanyuurip.com usai acara.
Keberadaan JMQH ini, lanjut dia, diharapkan mampu meningkatkan semangat bertadarus Al-Qur’an. Dengan memberikan motivasi bagi seluruh anggota, maka kelestarian menghafal kitab suci umat Islam akan terjaga.
“Termasuk JMQH diharapkan bisa mampu memperluas wawasan, membuka fikiran, berbagi pengalaman dan meningkatkan kualitas keilmuan,” ujarnya.
Ketua DPRD Bojonegoro, Imam Sholihin, mengaku bangga dengan adanya JMQH ini. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong peran aktif Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dengan memberikan insentif bagi para Hafizhah.
“Kita bisa mengalokasikan anggaran bagi Hafizhah juga Hafizh yang ada di seluruh Bojonegoro. Seperti di daerah Jember yang memuliakan para penghafal Al-Qur’an ini,” tandasnya.
Pihaknya mengapresiasi langkah Bupati Anna Muawanah yang berinovasi untuk melestarikan hafalan Al-Qur’an dengan mengukuhkan kelompok-kelompok penghafal Al-Qur’an seperti JMQH ini.
“Kalau perlu kita Perda-kan sekalian sebagai bentuk support,” tegasnya.
Dalam deklarasi dan silaturahim JMQH Bojonegoro, selain diikuti seluruh hafizhah se-Kabupaten Bojonegoro juga dihadiri Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, Ketua PDRD Kabupaten Bojonegoro, Imam Sholihin dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) lainnya. Hadir pula Ketua PCNU Bojonegoro, dr. Choled Ubed dan ketua JMQH pusat, Umik Nyai Hj Maftuhah Minan Abdillah dari Kajen Pati.(rien)