Belum Dibayar, Kontraktor Hentikan Pembangunan Jembatan Migas Trembul

19717

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – PT Dewa Ruci Teknik menghentikan sementara pekerjaan pembangunan jembatan menuju Lapangan Migas Trembul di Dusun Canggah, Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa tengah.

Penyebabnya, Operator Lapangan Migas Trembul, Kerja Sama Operasi Pertamina EP – PT Sarana GSS Trembul (KSO PEP-SGT) belum membayar invoice (tagihan) yang diajukan.

PT Dewa Ruci Tehnik, adalah kontraktor yang memenangkan lelang pekerjaan jembatan. Sebelumnya kontraktor tersebut sudah menerima uang muka pekerjaan sebesar 10% dari total anggaran Rp2,5 Miliar.

Eko, penanggung jawab pekerjaan PT Dewa Ruci Tehnik, menyampaikan, pekerjaan pembangunan jembatan sudah mencapi 50%. Termasuk pemasangan grider jembatan.

Namun, lanjut dia, pekerjaan dihentikan sementara karena belum ada pembayaran tagihan yang diajukan kepada KSO PEP-SGT.

“Sampai saat ini kami masih menunggu  pembayarannya. Kami sudah konfirmasi ke manajemen SGT, minggu ini akan di selesaikan pembayarannya,” katanya kepada suarabanyuurip, Selasa (10/3/2020).

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan manajemen SGT terkait penghentian sementara pembangunan jembatan. 

“Mudah-mudahan minggu depan pekerjaan bisa kami lanjutkan lagi,” ujarnya. 

Baca Juga :   BUMD Bojonegoro Tegaskan Tak Ada PI Gas J-TB

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Lapangan KSO PEP-SGT, Agus Pamuji Widodo, membenarkan adanya penghentian pekerjaan jembatan tersebut. 

“Terhitung sudah 24 hari ini pekerjaan berhenti,” ujarnya.

Disampaikan, ada satu invoice pekerjaan 50% yang masuk ke manajemen dan belum dibayarkan. 

“Pihak kontraktor menunggu pembayaran invoice tersebut untuk melanjutkan pekerjaan,” kata Agus.

Dijelaskan, jembatan yang dikerjakan PT Dewa Ruci Tehnik memiliki panjang 30 meter dengan lebar 8 meter. Jembatan tersebut merupakan akses utama menuju Lapangan Migas Trembul, dan menjadi jalur transportasi warga sekitar. 

“Tenaga kerja non teknis memang menggunkan warga setempat. Sekarang sepi tidak ada aktivitas, karena pekerjaan berhenti,” pungkasnya.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *