SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) yang mengelola sumur tua, terus melakukan kewaspadaan dalam menjaga kesehatan para pekerjanya ditengah merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia. Dengan terjaganya kesehatan tentu dapat terus beraktivitas menambang minyak di sumur tua.
Manager Operasional PT BBS, Ali Imron, mengungkapkan, jika ada prosedur tetap (protap) yang diberikan kepada para penambang sumur tua di Kecamatan Kedewan.
“Kita sudah menerapkan social distancing pada semua penambang melalui sosialisasi penyebaran virus Covid-19 ini,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (23/3/2020).
Menurutnya, dalam melaksanakan pekerjaan di lapangan, semua penambang telah bekerja sesuai arahan dan himbauan perusahaan. Termasuk, tidak keluar kota jika benar-benar penting.
“Kondisi sekarang, kita memang harus mentaati aturan dari Pemerintah,” tandasnya.
Meski ditengah merebaknya wabah Corona, Imron mengaku, jika produksi sumur tua masih terus berjalan aman, bahkan cenderung naik dibanding sebelumnya.
Sekarang ini, produksi minyak mentah dari sumur tua dibawah naungan PT BBS sebesar 304 Barrel oil per day (Bopd). Meningkat dibanding bulan lalu yang hanya sebesar 254 Bopd.
“Alhamdulillah saat ini ada kenaikan produksi rata-rata 304 Bopd, dari sebelumnya 254 Bopd,” pungkasnya.(rien)