Aliansi Masyarakat Desak Pencegahan Corona di Proyek JTB Diperketat

19824

SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy 

Bojonegoro– Sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Penyebaran Virus Corona membentangkan spanduk menuntut proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) untuk ikut bertanggung jawab dalam pencegahan penyebaran Virus Corona di Kecamatan Gayam.

Pembentangan spanduk berisi tuntutan terhadap pelaksanaan proyek JTB tersebut berlokasi di perempatan jalan proyek JTB, Sabtu (28/03/2020) pagi.

Koordinator aksi M. Alifka Rizky mempertanyakan langkah khusus JTB dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona khususnya di daerah sekitar operasi proyek. Sebab, jika melihat sebaran Covid-19 per 27 Maret 2020 di Kecamatan Gayam terdapat 2 orang yang berstatus Orang Dalam Pengawsan (ODP). Adanya data tersebut menjadi kekhawatiran masyarakat di daerah sekitar operasi proyek JTB lantaran banyak kendaraan yang keluar masuk menuju JTB.

“Sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari JTB untuk lingkungan sekitar proyek, kita tahu yang terlibat proyek bukan hanya orang lokal saja dan banyak kendaraan yang masuk dari luar daerah bisa saja penyebaran Covid19 melalui kendaraan yang melewati daerah proyek,” terang Rizky.

Aliansi Masyarakat menilai, dengan adanya wabah besar dan berbahaya ini belum ada usaha yang jelas yang dilakukan pihak JTB dalam upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan sekitar proyek,  seolah-olah JTB tidak peduli dengan lingkungan.

Padahal banyak kendaran yang keluar masuk lokasi proyek. Saat di konfirmasi, lanjut Rizky, pihaknya menjelaskan bahwa masyarakat tidak menuntut operasi proyek diliburkan akan tetapi menuntut pihak JTB untuk ikut bertanggung jawab dalam pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

Salah satu anggota aliansi, Moh Mustofa menambahkan, selama ini pihak JTB terkesan merahasiakan informasi adanya karyawan yang terpapar covid-19 atau tidak. Menurutnya, tanggung jawab pelaksana proyek JTB bukan hanya di lokasi proyek saja, tapi juga diluar lokasi khusunya daerah sekitar yang dilewati proyek.

“Seharusnya JTB juga ikut bertanggung jawab dalam pencegahan Penyebaran Covid-19 selain itu juga kita tidak tahu para pekerja proyek  besar kemungkinan mereka terpapar,” kata Tofa sapaan akrabnya dalam keterangan tertulisnya. 

Ketua Karang Taruna Desa Mojodelik, Andrea merasa sangat khawatir terpapar virus Covid -19. Menurut dia selama ini banyak pekerja proyek  pada waktu istirahat berkeliaran di lingkungan dan bersinggungan dengan warga sekitar proyek.

Menanggapi aksi tersebut, Site Manajer PT Rekind, Zaenal Arifin belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terpisah.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *