Diduga Ancam Kades, Pimpinan Dewan Minta PT SBS Tak Membuat Ulah

19950

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sukur Priyanto, meminta agar perusahaan pendiri Batching Plan atau alat produksi beton PT Surya Bengawan Sakti (SBS) tidak membuat ulah.

“Apalagi PT SBS ini mencari makan di Bojonegoro, saya minta bersikap yang baik termasuk warga ring satu,” katanya saat menggelar rapat dengar pendapat di Balai Desa Sukowati, Senin (13/4/2020).

Sukur mengaku kecewa, saat mengetahui PT SBS diduga telah mengancam Kepala Desa (Kades) Sukowati, Amik Rohadi, yang berupaya mengakomodir kebutuhan warga sekitar proyek yang mendapatkan dampak debu dan kebisingan.

“Pak Kades, Amik Rohadi, ini niatnya baik. Mau memfasilitasi warganya. Malah main ancam, kalau PT SBS bilang urat takutnya sudah putus, saya malah tidak punya urat takut menghadapi perusahaan seperti ini,” tegas Politisi asal Partai Demokrat.

Sukur bahkan mendatangi satu persatu warga yang rumahnya berada di sekitar proyek. Hampir semuanya mengaku kecewa dan meminta agar kegiatan PT SBS dihentikan.

“Lihat sendiri, ini disaksikan banyak orang. Mereka awalnya dimintai tandatangan hanya untuk pengurukan, bukan pabrik beton. Jangan sampai bapak dan ibu, dikasih uang Rp100 ribu tapi berdampak lebih parah dan merugikan semua,” tukasnya.

Sementara Kades Sukowati, Amik Rohman, mengaku, baru menjabat satu minggu saat dirinya mendapat ancaman dari PT SBS.

“Saya kaget, ketika mendapat ancaman dari salah satu petinggi PT SBS,” tandasnya.

Dari isi pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp itu menyebutkan, jika petinggi PT SBS meminta agar dirinya tidak bertindak blunder. Dan akan melakukan serangan balik yang akan membuat semua orang repot.

“Kami berharap, PT SBS bertanggung jawab atas apa yang menimpa pada warga ring 1 karena mereka terganggu dengan debu dan bising,” tandasnya.

Salah satu warga setempat, Juwari (45), menyampaikan, bersama tujuh warga lainnya telah membuat surat pernyataan agar kegiatan operasioal PT SBS segera dicabut dan dihentikan.

“Kami sangat terganggu, dan sampai sekarang belum ada komunikasi apapun antara perusahaan dan warga,” tandasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab PT SBS, Yudi Kasta Irawan, menegaskan, terkait pesan pendek yang berisi ancaman bukan ranahnya untuk menjawab.

“Jadi, mohon maaf jika hal itu tidak bisa kami jawab disini,” ucapnya.

Pihaknya mengaku, akan mentaati semua aturan yang ditetapkan pemerintah termasuk berkomunikasi dengan warga setempat terkait dampak yang ditimbulkan.

“Kami berjanji, akan memperhatikan warga sekitar dan lingkungan selama operasi,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak PT SBS menekankan jika di dalam lokasi batching plan telah dibangun filter guna mengantisipasi adanya debu dari aktivitas pembuatan beton.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *