SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebut jika penurunan harga minyak mentah dunia sekarang ini mempengaruhi ongkos angkat dan angkut para penambang sumur tua di wilayah Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.
“Ongkos angkat angkut nett penambang Bulan Maret Rp.2756.33 dan April turun menjadi Rp.1739.29 ,” kata Manager Operasional PT BBS, Ali Imron, Senin (13/4/2020).
Dia katakan, jika harga ongkos dan angkut panambang di sumur tua selama ini mengikuti harga minyak mentah yang berubah setiap bulan sesuai harga minyak dunia.
“Dengan capaian produksi 2019 ini kami sangat bersyukur dan berterimakasih PT Petamina Asset 4 Field Cepu yang banyak membimbing dan memberikan dukungan kami selama mengelola sumur tua,” tandasnya.
Diungkapkan, jika pendapatan asli daerah (PAD) yang disetorkan pada 2019, dari deviden 2018 sebesar Rp414.118.429. Pendapatan itu dari pengelolaan sumur minyak tua dan hasil sewa The Residence.
Sedangkan PAD tahun 2020 dari laporan keuangan 2019 yang unaudited (belum diaudit) oleh Kantor Angkuntan Publik (KAP) sebesar Rp648.951.300.
PAD yang disetorkan tersebut sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang BBS, deviden adalah 40% dari laba bersih setelah dipotong pajak.
“Jadi tahun ini, pendapatan kami sesuai dengan hasil audit tersebut yakni sebesar Rp648 juta,” pungkasnya.(rien)